China Akan Hadapi Tantangan Fiskal pada 2015

China Akan Hadapi Tantangan Fiskal pada 2015

Pendapatan fiskal Cina meningkat setidaknya sejak tahun 1991, pada tahun fiskal  2014, menggarisbawahi adanya rangsangan permintaan.

Adapun, pendapatan pemerintah naik 8,6 persen pada 2014, sebagaimana pernyataan website Kementerian Keuangan RRT, turun dari kenaikan 2013 yang mencapai 10,2 persen dan dari puncaknya sebesar 32 persen pada tahun 2007. Adapun, pengeluaran pemerintah naik 8,2 persen, yang merupakan terendah sejak 1987.

Kemerosotan properti dan penurunan keuntungan pabrik mengerus nilai pajak pemerintah pusat dan daerah. Dengan rencana pemerintah untuk "proaktif" belanja terhalang oleh penurunan pendapatan, tanggung jawab untuk stimulus akan mungkin jatuh pada bank sentral setelah ekonomi tahun lalu tumbuh pada laju paling lambat sejak 1990.

"Kebijakan fiskal proaktif tidak benar-benar proaktif," jelas Ding Shuang, ekonom senior di Citigroup Inc di Hong Kong. "Setiap stimulus atau proyek perlu didukung oleh kebijakan moneter. Setiap dorongan fiskal hanya akan datang setelah Maret, ketika Kongres Rakyat Nasional menyetujui anggaran untuk tahun ini," ungkapnya..

Shuang pula menyatakan jauh dari perkiraan, belanja publik akan membebani pertumbuhan produk domestik bruto kuartal ini.

sebagaimana data dari Kemenkeu China penjualan tanah - yang tidak termasuk dalam angka pendapatan fiskal - naik hanya 3,2 persen tahun lalu, di mana ini memperdalam penurunan penerimaan dibandingkan dengan lonjakan pada 2013 yang sebesar 47 persen.

Pendapatan dari penjualan tanah sebesar 4,3 triliun yuan pada tahun 2014. Pendapatan fiskal, meliputi pajak dan penerimaan lainnya seperti denda, mencapai 14 triliun yuan pada 2014. Belanjanya adalah 15,2 triliun yuan.

China juga akan mungkin menghadapi "tantangan fiskal yang parah pada tahun 2015" yang akan menyeret ekspansi ekonomi bangsa menjadi 6,8 persen kuartal ini, jelas Zhang Zhiwei, kepala ekonom China Deutsche Bank AG, dalam sebuah laporan bulan ini.

Penurunan fiskal adalah risiko atas tahun ini dan akan menyebabkan siklus pelonggaran berkepanjangan pada tahun 2015 dan 2016, Zhang menulis. Pendapatan total pemerintah, jika termasuk penghasilan seperti penjualan tanah, akan turun 2 persen pada tahun 2015, yang akan menjadi penurunan pertama sejak tahun 1981.

Tekanan fiskal terus akan "membatasi kemampuan pemerintah untuk mendorong pertumbuhan melalui investasi infrastruktur dan menambah tekanan untuk reformasi struktural," tulisnya.

Pemerintah lokal Cina juga mengandalkan hasil penjualan tanah untuk membangun proyek-proyek infrastruktur baru dan untuk membayar tagihan infrastruktur masa lalu serta pembayaran bunganya.***Red (Bloomberg)