Cetak Uang Baru, BI Impor Bahan Baku Dari Kanada

Cetak Uang Baru, BI Impor Bahan Baku Dari Kanada

Bank Indonesia baru-baru ini mengumumkan bahwa pihaknya telah melakukan tender untuk memilih perusahaan yang akan menyiapkan bahan baku dalam pembuatan uang logam Rp.1000 yang baru. BI mengatakan, tender bahan baku pembuatan uang logam ini, dimenangkan oleh sebuah perusahaan asal Kanada. 

 

Perusahaan Kanada tersebut adalah Royal Canadian Mint (RCM). Perusahaan yang memiliki sebuah pabrik koin mata uang di kota Winnipeg, Manitoba, Kanada. Nantinya RCM ini akan memproduksi lempeng logam mata uang rupiah pecahan Rp 1.000 berbahan baku baja berlapis nikel.

 

Perwakilan BI menegaskan, hubungan Kanada dan Indonesia dalam hal ini murni bisnis dan bukan berupa hubungan kerjasama bilateral. 

 

"Bukan kerjasama dengan Kanada, tapi setiap tahun melaksanakan tender untuk bahan uang logam pecahan Rp 1.000. Kebetulan untuk pengadaan 2015 salah satu pemenangnya perusahaan di Kanada," ujar Kepala Divisi Perencanaan dan Pengembangan Departemen Pengelolaan Uang BI Yudi Harymukti, Jakarta, Kamis (25/6/2015).

 

Yudi menambahkan, perusahaan Kanada tersebut hanya akan menyiapkan dan memasok bahan bakunya saja yakni berupa lempeng baja berlapis nikel. Sedangkan untuk proses pencetakannya uang logam sendiri akan dilakukan oleh Perusahaan Umum Percetakan Uang Indonesia (Peruri).

 

Namun, untuk berapa besaran volume bahan baku yang dipesan BI kepada RCM, Yudi mengaku kurang begitu paham. Ia menjelaskan, untuk besaran Volume pemesanan, hanya petinggi-petinggi BI saja yang mengetahuinya karena hal tersebut bersifat rahasia. 

 

 "Pengiriman tahun ini kami enggak bisa sebutkan volumenya, itu rahasia," kata dia.

 

Rencananya, uang pecahan Rp.1000 yang baru tersebut akan dikeluarkan akhir tahun 2015 atau paling tidak awal 2016. Jika uang uang logam ini telah jadi, masyakarat bisa menukarkan uang logam yang rusak itu dengan yang baru. Selain itu, BI juga menerima uang kertas yang sudah lusuh untuk ditukarkan. *** kny (kompas)