Capres Gita Paparkan Visi Ketahanan Fiskal, Rizal Ramli Meragukan

Capres Gita Paparkan Visi Ketahanan Fiskal, Rizal Ramli Meragukan

Putaran debat konvensi Presiden Partai Demokrat dilanjutkan. Kini debat digelar di Universitas Indonesia dengan judul “Indonesia menjawab Tantangan: Kepemimpinan Menuju Bangsa Pemenang” di Aula Fakultas Kedokteran, Salemba, Jakarta pada Jumat (07/03).

 

Kali ini menyoroti masalah ketahanan energi nasional, khususnya pengayaan bahan bakar minyak di masyarakat. Sebagaimana diketahui, Indonesia terus mengalami defisit minyak, sehingga harus mengimpor sebesar 550 ribu barel per tahun.

 

Lalu apakah yang akan dilakukan calon presiden dari Partai Demokrat apabila kelak terpilih menjadi presiden? Gita Wirjawan mantan menteri perdagangan menjawab, bahwa pemerintahan di masa dia memimpin mengakui adanya penurunan produksi.

 

“(dari) 1,6 juta perbarel perhari, sekarang kita turun menjadi 830 ribu barel per hari,”  jelas Gita sebagaimana dikutip laman Jaringnews.

 

Diapun melanjutkan bahwa pemerintah semestinya memberikan kelonggaran kepada mereka yang berbisnis di bidang energi. Dengan jalan memberikan kemudahan pada akselerasi untuk eksploitasi melalui Planing Of Developmen (POD) yang lebih cepat lagi, karena selama ini menurut gita POD bisa mencapai 3-4 tahun. Baginya itu terlalu lama.

 

“Tidak ada alasan bagi pemerintah untuk memberikan POD sekitar 2-3 bulan, sehingga pelaku usaha bisa melakukan akselerasi dan eksploitasi energi,” ujarnya.

 

Gita pun berharap dalam rangka melakukan ketahanan energi, maka diperlukan adanya pemulihan keuangan negara, dengan cara membuat ruang fiskal semakin melebar.

 

“Ketahanan energi perlu meningkatkan fiskal, dan peningkatan wajib pajak dari 23 juta pembayar pajak, menjadi 60 juta wajib pembayar pajak,”  lanjutnya.

 

Gita pun mengungkapkan bahwa ketahanan fiskal bisa mendorong adanya reformasi agraria di Indonesia yang sekaligus bisa menopang ketahanan pangan dan energi. "Pemimpin harus berikan keyakinan pada petani agar mengelola lahan tanpa alih fungsi," pungkas Gita.

 

Memberi tanggapan akan ambisi Gita, mantan Menko Perekonomian Rizal Ramli, menyindir bahwa Gita terlalu bermuluk-muluk, "Indah semua yang Bung Gita katakan. Faktanya 10 tahun terakhir rasio harga gabah dan pupuk hanya 1:1 yang membuat petani hanya numpang hidup," pungkas Rizal seraya menambahkan apa yang Gita sampaikan itu tidak akan bisa jadi kenyataan.

 

Menurutnya, tanpa insentif dari pemerintah, apa yang disampaikan Gita hanyalah mimpi. “Semua bagus tapi policy tidak berikan insentif, itu (nasib baik petani) mimpi semua," ucapnya.***Fey