Calon Menteri Pertanian Afganistan Gagal Dilantik Karena Tunggak Pajak

Calon Menteri Pertanian Afganistan Gagal Dilantik Karena Tunggak Pajak

Calon Menteri Pertanian Afganistan gagal dilantik karena tersandung masalah pengemplangan pajak. Adalah Mohammad Yaqub Haidari yang menjadi buronan otoritas Estonia atas kasus penghindaran pajak skala besar yang terjadi pada 2003. 

 

Menurut situs Interpol Afganistan, Haidar memiliki perusahaan ekspor- impor pertanian yang beroperasi di Eropa Timur dan Rusia, perusahaan inilah yang diduga melakukan pengemplangan pajak.

 

Haidar sendiri mengaku jika dirinya masuk dalam daftar buronan Interpol, akan tetapi ia berkilah dan menyatakan diri tidak bersalah. Ia mengatakan ini hanyalah sebuah konspirasi politik. Dia merasa tidak berhutang pajak tersebut, akan tetapi seseorang yang membeli perusahaan miliknya yang beroperasi di Estonia lah yang memiliki hutang tersebut. 

 

“Saya menjadi sasaran satu persekongkolan politik. Itu yang terjadi jika masuk dunia politik dan dunia bisnis sekaligus " kata Haidar seperti di kutip Reuters, Sabtu, 17/1/2015. 

 

Pihak pemerintah Afganistan sendiri, melaui juru bicaranya mengatakan, Presiden Ashraf Ghani sama sekali tidak mengetahui bahwa Haidari tersangkut masalah hukum, tetapi kini telah dilakukan investigasi dan penyelidikan. 

 

Presiden Ghani baru saja dilantik menjadi presiden Afganistan sekitar 3 bulan yang lalu, ia dilantik sebagai presiden Afganistan menggantikan Hamid Karzai. Saat terpilih ia bertekad mengatasi korupsi dan mengatakan akan memilih para menteri berdasarkan kemampuan bukan koneksi mereka. *** kinaya (BBC,Reuters)