Butuh Pesaing Kuat Untuk Menggeser Dominasi Jokowi

Butuh Pesaing Kuat Untuk Menggeser Dominasi Jokowi

Fiskal.co.id, Jakarta – Menuju Pilpres 9 Juni mendatang, pengamat politik Universitas Pelita Harapan (UPH), Emrus Sihombing menyatakan kursi RI 1 sudah pasti milik Gubernur DKI Jakarta Joko “Jokowi” Widodo jika tidak ada gebrakan besar partai politik pesaing lainnya.


Berkaca dari berbagai hasil survei capres, ia menyebutkan tidak ada satupun yang tidak menempatkan Jokowi sebagai kandidat terkuat. Menurutnya hasil ini akan sulit diubah jika partai lain tidak segera memperbarui strategi politiknya.


Ia bilang, salah satu kemungkinan yang bisa dilakukan parpol lain adalah dengan mengganti capres yang telah diusung sebelumnya.


"Ini tidak terbantahkan, (Jokowi) tidak ada lawan kecuali partai lain berani mencalonkan orang baru. Misalnya, ARB (capres Partai Golkar) mengundurkan diri dan menaikkan calon lain, seperti Priyo Budi Santoso, atau Demokrat berani menegaskan Dahlan Iskan sebagai capres," jelasnya ditemui di Jakarta, Senin (31/3/2014).


Ia menambahkan saat ini sikap dingin dan cenderung menunggu dari parpol lain justru akan menguatkan posisi Jokowi dalam persaingan menuju kursi presiden.


Di kubu Jokowi sendiri, ia menilai capres usungan Partai Demokrasi Perjuangan Indonesia (PDI-P) tersebut tidak perlu banyak bermanuver menjelang Pilpres nanti.


Kekuatan besar yang berhasil dibentuk PDI-P tersebut tentunya tidak lepas dari peran sang Ketum PDI-P Megawati, yang akhirnya harus legowo partainya mengusungkan “anak emas” baru untuk maju nyapres pada Pemilu 2014.


Emrus menegaskan jika partai lain tak ingin kalah sebelum berperang, maka mereka harus segera tancap gas mencari alternatif baru yang lebih menjanjikan.


"Karena itu, saya berani katakan tinggal tunggu waktu Jokowi dilegalkan jadi presiden, kecuali terjadi perubahan yang sangat luar biasa," pungkasnya. [mjd]