Budaya Organisasi: Dapat Menyukseskan atau Menggagalkan Strategi Bisnis

Budaya Organisasi: Dapat Menyukseskan atau Menggagalkan Strategi Bisnis

Tanpa penilaian yang mendalam dan akurat tentang budaya organisasi, sebuah usaha akan tertantang untuk memulai dan melaksanakan perubahan strategis.

Sebuah perusahaan, besar maupun kecil, tidak dapat berhasil menerapkan strategi perusahaan tanpa karyawan yang percaya pada misi dan cara untuk mencapainya. Louis V. Gerstner, mantan CEO IBM pernah mencatat, "Budaya bukan hanya salah satu aspek dari permainan, itulah permainannya."

Salah satu titik awal untuk memahami budaya organisasi adalah memahami prinsip-prinsip pendiriannya.

Budaya merupakan agregasi dari pola pikir dan keyakinan karyawan di organisasi tersebut. Manifestasi dari prinsip-prinsip, visi dan misi yang mengikat orang secara bersama-sama. Dalam dunia bisnis saat ini, di mana akuisisi, merger, diversifikasi, perluasan, dan penjualan terjadi secara umum, pemahaman budaya organisasi dalam pengambilan keputusan strategis menjadi penting. Merger Daimler-Chrysler gagal karena benturan budaya, sama halnya dengan konsolidasi Time Warner dengan AOL.

Richard Parsons, mantan ketua dan CEO Time Warner mengatakan, "Itu di luar kemampuan saya untuk mencari tahu bagaimana membaurkan kultur media lama dan baru. Mereka seperti spesies yang berbeda, bahkan pada kenyataannya, mereka adalah spesies yang saling berseteru. "

Tujuan Umum dari Budaya Organisasi

Entah itu sebuah perusahaan start-up kecil atau organisasi besar yang mengejar strategi pertumbuhan global, budaya memainkan peran penting dalam memastikan bahwa organisasi tetap di jalur dan tidak membelok dari jalan.

Mengemudi dan mengimplementasikan perubahan strategis yang efektif, dalam kebanyakan kasus, menjadi prioritas menengah hingga jangka panjang bagi para pemimpin. Demikian pula, budaya organisasi juga berkembang dari waktu ke waktu.

Organisasi terbaik dapat menerapkan perubahan jangka panjang dan strategis yang berkelanjutan dengan positif mempengaruhi dan mengubah perilaku orang-orang di dalamnya untuk menyelaraskan dengan prinsip-prinsip perubahan tersebut.

Prinsip untuk Kesuksesan

Organisasi yang paling sukses dalam mengemudi dan mengimplementasikan perubahan memiliki tiga kunci. Pertama, mereka memahami perbedaan budaya global. Kedua, memahami budaya yang memiliki arti berbeda untuk orang yang berbeda pula. Dan terakhir, mereka menyelaraskan inisiatif perubahan dengan budaya.

Pentingnya budaya organisasi tidak bisa dianggap remeh dalam mendorong perubahan, tetapi penting untuk menyeleksi tentang aspek budaya yang perlu ditanamkan pada visi dan misi perusahaan. Menyelaraskan strategi perusahaan dengan budaya mengurangi aspek yang mengganggu perubahan. Jadi, para pengelola bisnis yang cerdas hendaknya memastikan bahwa budaya dan strategi kerja bisa mendorong kesuksesan secara seimbang dan efisien. ***intan (Sumber: The Jakarta Post)