BPH Migas Tegaskan Besaran Pajak Avtur sama dengan Premium dan Solar

BPH Migas Tegaskan Besaran Pajak Avtur sama dengan Premium dan Solar

Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas) menegaskan pajak Avtur memiliki besaran yang sama dengan pajak yang dibebankan pada premium dan solar. Pernyataan ini sekaligus menepis anggapan melambungnya harga Avtur ialah disebabkan pajak yang dikenakan oleh BPH Migas selaku regulator yang mengatur tata niaga bahan bakar termasuk avtur.

 

"Terkait pajak oleh BPH Migas. Itu pajak keseluruhan, artinya besarnya sama dengan yang dikenakan ke premium dan solar," kata Direktur Pengkajian, Kebijakan dan Advokasi KPPU Taufik Ahmad saat acara jumpa pers di Jakarta, Senin (29/9/2014).

 

Sebelumnya Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) tengah menyelidiki dugaan praktik monopoli mahalnya harga avtur yang dijual PT Pertamina (Persero). Pasalnya harga Avtur yang dijual ke maskapai penerbangan harganya lebih mahal 15% dibandingkan dengan negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura. Hal ini memicu keluhan sejumlah pemilik maskapai penerbangan.

 

"Apakah harga avtur karena monopoli atau lainnya. Nah itu kami sedang cari indikasinya," ungkap Taufik. 

 

Untuk menindak lanjuti keluhan ini, KPPU telah memanggil Indonesian National Air Carriers Association (INACA) selaku perwakilan dari maskapai penerbangan. 

INACA mengungkapkan, kenaikan harga Avtur disebabkan adanya adanya biaya throughput fee yang dikenakan operator bandara dan pengenaan pajak bahan bakar oleh BPH Migas.***Red