Bank Sentral Eropa: Integrasi Fiskal Perlu Dilanjutkan

Bank Sentral Eropa: Integrasi Fiskal Perlu Dilanjutkan

BUDAPEST - Negara-negara anggota zona euro harus bergerak maju dalam menciptakan serikat fiskal bahkan jika hal itu berarti mempertinggi perbedaan antara zona non-euro dan negara-negara anggota zona euro di Uni Eropa, dinyatakan oleh anggota dewan gubernur Bank Sentral Eropa mengatakan pada Jumat lalu (31/1/2014).

 

“Setiap diskusi kelembagaan seperti ini harus berkonsentrasi pada negara-negara Eurogroup, memperkuat perspektif yang sudah ada dan mendorong kesigapan Eropa,” kata Ewald Nowotny dalam pidatonya di Budapest pada konferensi Lamfalussy.

 

“Dalam jangka sangat panjang, Eropa memiliki kecepatan yang berbeda. Tapi setidaknya untuk jangka menengah, sebuah kerjasama yang lebih erat dari para anggota Uni Eropa akan melibatkan tingkat yang lebih maju dari segi integrasi politik dan ekonomi.”

 

Setelah negara-negara anggota mengintegrasikan dengan berbagai tempo yagn berbeda,hal ini merupakan isu sensitif bagi anggota baru Uni Eropa, kata Nowotny.

 

Ada kekhawatiran bahwa jika sekelompok negara memproses integrasi fiskal yang lebih cepat daripada yang lain, hal ini bisa meningkatkan perbedaan antara negara-negara Uni Eropa, meninggalkan beberapa negara di belakang.

 

Dia menyerukan persatuan politik yang lebih kuat karena tanpa bahwa serikat moneter zona euro tidak bisa bertahan, katanya.

 

Politisi juga perlu meningkatkan upaya mereka pada stabilitas fiskal, yang prosesnya seharusnya tidak merusak secara substansial dan bervariasi untuk pemulihan ekonomi negara-negara anggota zona euro dan negara tetangga, kata Nowotny.

 

Mengekang keuangan publik merupakan salah satu sarana untuk pencegahan krisis, seperti untuk mengurangi utang publik. “Defisit publik dan tingkat utang perlu dibatasi dan diawasi,” katanya. (IMS)