Balada Ahok dan pencabutan subsidi BBM Jakarta

Balada Ahok dan pencabutan subsidi BBM Jakarta

Rabu, 13 Agustus 2014 Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), berencana menghapus subsidi BBM di Jakarta mulai tahun 2015. Menanggapi hal tersebut Dirjen Anggaran Kementerian Keuangan Askolani mengatakan. Ahok perlu berkonsolidasi dengan pemerintah pusat mengenai hal tersebut.

"Intinya ide Pak Ahok itu harus dikonsolidasikan dulu ke pemerintah pusat. Tentunya kan untuk itu harus ada dan di-back-up," ujar askolani.

Meskipun demikian Askolani sangat setuju mengenai pengahapusan subsidi BBM tersebut.  "Ini sudah dikaji dan sangat baik untuk pembangunan kita 5-10 tahun ke depan. Kuncinya memang ada di BBM," tegasnya.

Sependat dengan Askolani, Kepala BPS, Suryamin menilai, rencana mantan Bupati Belitung Timur itu akan memberikan efek langsung maupun tidak langsung kepada masyarakat.

Misalkan secara tidak langsung masyarakat akan berhitung ulang memakai kendaraan pribadi dan akhirnya mengurangi volume kemacetan di jalan, sekaligus mengembalikan pamor angkutan umum.

Adapun efek langsungnya dari pencabutan subsidi BBM ini akan berdampak bagi inflasi. Sedangkan efek tak langsungnya pelaku usaha berpotensi menaikkan tarif angkutan meskipun pemerintah melarang terjadinya penyesuaian tarif.

"Yang jelas kalau cuma dihapus BBM subsidi di Jakarta saja, efek ke inflasinya nggak besar. Karena orang. bisa beli di kota lain, misalnya Bogor kalau memang dia butuh sekali. Inflasi besar jika kebijakan itu diterapkan di seluruh wilayah Indonesia," tegas Suryamin.

Meskipun suryamin mengakui kebijakan Ahok sangat bagus guna membantu menyehatkan fiskal Indonesia akibat beban anggaran subsidi BBM senilai ratusan triliun rupiah.

"Bagus sih supaya anggaran BBM subsidi nggak terlalu tinggi. Bantuan sosial pun harus tetap ada contohnya bagi penduduk miskin dengan pendidika rendah, punya anak banyak, pekerjaan buruh dan usianya sudah tua. Asalkan bansos itu itu tepat sasaran," harap Suryamin. *** kinaya ( sumber : liputan6 , metronews )