Bakrie Telecom Diultimatum Selesaikan Hutang dalam 30 Hari

Bakrie Telecom Diultimatum Selesaikan Hutang dalam 30 Hari

Pengadilan Tata Niaga di Jakarta memberikan jangka waktu 30 hari untuk menegosiasikan rencana restrukturisasi dengan kreditur kepada Operator telekomunikasi Indonesia, PT Bakrie Telecom Tbk, yang merupakan salah satu dari sekian lini usaha konglomerasi Bakrie yang dililit hutang.

Hakim pengadilan tata niaga membuat keputusannya pada Senin (11/11), Adapun Bakrie Telecom mengumumkannya dalam sebuah pengajuan bursa pada Rabu (12/11).

Salah satu vendor lokal Bakrie Telecom, PT Netwave Multi Media, bulan lalu juga meminta proses restrukturisasi utang diawasi pengadilan di Jakarta. Bakrie Telecom berutang pada Netwave 4,7 miliar rupiah.

"Berdasarkan keputusan pengadilan, Bakrie Telecom diberi waktu 30 hari untuk menegosiasikan rencana restrukturisasi dengan semua kreditur, bukan hanya Netwave. Batas waktu adalah 9 Desember," jelas Sandra Nangoy, pengacara Netwave sebagaimana rilis pers, Kamis (13/11).

Tiga pemegang obligasi menggugat Bakrie Telecom di pengadilan New York pada bulan September, mengatakan anak perusahaan Bakrie tersebut telah melewatkan dua kali pembayaran bunga obligasi $ 380 juta dan telah mengindikasikan bahwa mereka akan terus default pada kewajiban.

Tidak jelas bagaimana keputusan pengadilan Jakarta akan mempengaruhi gugatan New York.

Saham Bakrie Telecom telah ditangguhkan sejak 29 Oktober Perusahaan ini merupakan bagian dari Bakrie Group Indonesia, yang juga tengah menghadapi tekanan pembayaran hutang dari para kreditur yang semakin tidak sabar.***Fy (Reuter)