Bagi Pers Asing, Inilah 5 Tantangan Jokowi ke Depan

Bagi Pers Asing, Inilah 5 Tantangan Jokowi ke Depan

Apa yang krusial bagi Indonesia, dalam pelbagai sudut pandang yang telah diungkapkan pengamat dalam negeri adalah bagaimana Presiden Joko "Jokowi" Widodo dalam 100 hari mendatang. Dan setidaknya bagaimana Jokowi bisa survive, melewati ujian kenaikan BBM.

Jokowi digadang gadang sebagai presiden yang
benar-benar dari rakyat. Dikenal sebagai unik dalam sejarah presiden Indonesia karena ia berasal dari bukan elit, maupun latar belakang militer.

Dibesarkan di sebuah daerah kumuh di tepi sungai, dan bertahan hidup dengan menjalankan bisnis furniture yang pada akhirnya mengdapat kekayaan melalui ekspor di Surakarta. Segala CV itu ditakdirkan bagi pers asing seperti Time Magazine Online (20/10), yang cover sampulnya menghebohkan jagadwana, akan menemui tantangan berikut ini.


Kemacetan Politik:
Jokowi adalah presidennya, tapi parlemen adalah Prabowo. Dan pihak pasar serta lingkungan bisnis sudah merasakan betul gigitan parlemen pada kestabilan politik di Indonesia, yang akhirnya akan melahirkan drama drama politik yang suram.

Perlambatan ekonomi:
Dengan memudarnya booming komoditas, pertumbuhan tahunan 6% baru-baru ini di Indonesia terlihat lebih sulit untuk mempertahankan. janji Jokowi akan pertumbuhan 7% pada tahun 2018 dengan memindahkan Indonesia ke atas rantai nilai, meningkatkan logistik dan posisi negara kepulauan terbesar di dunia sebagai pusat transportasi global.

Ekstrimisme Agama:

Indonesia
memang belum mengalami serangan teroris besar sejak 2009 ketika hotel asing di Jakarta menjadi sasaran bom bunuh diri. tapi masih ada sekelompok radikal yang mencoba untuk membajak kehidupan muslim moderat, dan sinkretis yang telah lama berkembang di negara berpenduduk mayoritas Muslim terbesar di dunia ini.

Birokrasi Rusak:
Jokowi menang karena image anti-korupsi di Solo dan Jakarta. Dia dibanggakan orang karena bersih dari korupsi. Dan dia membantu pengembangan kas pemerintah dengan meningkatkan pengumpulan pajak. Dapatkah Jokowi menjalankan transparansi di negara yang akut sisi korupsi dan inefisiensi birokrasi di setiap tingkat pemerintahan?

Hubungan Etnis:
Sebagai Gubernur DKI Jakarta, Jokowi memilih wakil yang Kristen. Begitupun sebelumnya di Solo. Ditambah masih ada Chinaphobic berkaitan dengan istilah anti "aseng" Jokowi diharapkan bisa mempertahankan harmoni yang luar dari keragaman penduduk Indonesia, karena kelompok hak asasi manusia khawatir tentang peningkatan dalam intoleransi etnis dan agama.***Fy (sumber Times)