Australia Langgar Perbatasan, Indonesia Kerahkan Kapal Patroli

Australia Langgar Perbatasan, Indonesia Kerahkan Kapal Patroli

Perang kata-kata terus berlangsung, memperburuk hubungan dua negara. Kali ini Indonesia mengutuk masuknya angkatan laut Australia ke perairan Indonesia sebagai tindakan pelanggaran kedaulatan. Walaupun Australia telah meminta maaf kepada Indonesia, dan mengatakan kapal angkatan lautnya "tidak sengaja" melewati garis perbatasan Indonesia selama operasi untuk menghentikan pencari suaka.

 

Indonesia telah meminta Australia untuk menangguhkan operasi ini sampai insiden bisa diklarifikasi lebih jauh. Sengketa muncul di tengah laporan Angkatan Laut Australia telah mendorong kapal yang membawa pencari suaka kembali ke Indonesia namun dalam pengawalan itu, kapal AL Australia telah melewati perbatasan Indonesia.

 

Pada konferensi pers, Menteri Imigrasi Australia Scott Morrison mengatakan nota protes pelanggaran yang telah terjadi beberapa kali ini, belum diterima oleh pemerintah Australia secara resmi. Namun, Australia mengambil "komitmen bersama dengan Indonesia untuk saling menghormati kedaulatan masing-masing negara dengan sangat, sangat serius," katanya sebagaimana dilansir dari laman BBC, dan menambahkan bahwa menteri luar negeri akan memberikan ucapan "maaf wajar tanpa pengecualian".

 

Letnan Jenderal Angus Campbell, yang memimpin operasi untuk mencegah kapal yang membawa pencari suaka tiba di Australia, menyalahkan pelanggaran batas itu sebagai "kesalahan posisional" . "Kami tidak pernah bermaksud membawa kapal kami untuk beroperasi atau untuk memasuki wilayah kedaulatan bangsa lain," katanya.

 

Pemerintah Indonesia pada hari Jumat (17/01) menyesalkan serta menolak pelanggaran kedaulatan dan integritas wilayah oleh kapal-kapal Australia. Dalam rilis pers itu, Indonesia akan mengintensifkan patroli maritim di daerah di mana pelanggaran kedaulatan dan integritas teritorial begitu rawan. "Indonesia menuntut bahwa operasi yang dilakukan oleh pemerintah Australia yang menyebabkan insiden ini ditunda, sampai klarifikasi lebih lanjut diterima."

 

Pemerintah Abbot kini tengah berada di bawah pengawasan publik atas kebijakannya menolak imigran manusia perahu, dan membuat kapal-kapal pengungsi berbalik kembali ke Indonesia.

 

Indonesia selama ini berfungsi sebagai tempat transit penyelundupan manusia ke Australia, yang mengangkut orang-orang ke Christmas Island, bagian terdekat dari wilayah Australia. Dengan meningkatnya skala konflik di Timur Tengah, Jumlah kapal pengungsi meningkat tajam pada tahun 2012, dan awal tahun 2013 dan puluhan orang tewas saat diperjalanan.***Fey