Arab Saudi Putuskan Hubungan Diplomatik Dengan Iran

Arab Saudi Putuskan Hubungan Diplomatik Dengan Iran

Hubungan antara Arab Saudi dan Iran kembali memanas usai pemerintah Arab Saudi mengeksekusi mati ulama Syiah asal Iran akhir pekan lalu. Ulama Syiah yang di eksekusi mati adalah Syeikh Nimr al-Nimr, dia eksekusi mati karena dianggap sebagai seorang teroris oleh kerajaan Arab Saudi.

 

Usai eksekusi mati ini, warga Iran melakukan unjuk rasa dan melakukan penyerangan tehadap kedubes Arab Saudi di Teheran. Pasalnya, bagi warga Iran Nimr adalah pahlwan yang memperjuangkan hak-hak kelompok Syiah yang merupakan kaum minoritas dan terpinggirkan di Saudi.

 

Aksi unjuk rasa di Iran ini berujung ricuh dan bentrok karena warga Iran mencoba masuk ke gedung kedutaan dan membuat kebarakan. Untungnya polisi berhasil membubarkan massa dan kebakaran pun berhasil dipadamkan.

 

Menanggapi reaksi keras dari warga Iran, Kerajaan Arab Saudi pun meminta Duta Besar Iran untuk meninggalkan Arab Saudi dalam waktu 48 jam dan memutuskan hubungan diplomatik dengan Iran.

 

“Kerajaan (Saudi), mengingat realitas ini, mengumumkan pemutusan hubungan diplomatik dengan Iran, dan meminta delegasi misi diplomatik (Iran) dari kedutaan, konsulat dan kantor yang terkait untuk pergi dalam waktu 48 jam. Duta besar (Iran) telah dipanggil untuk memberitahu mereka,” kata Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Adel al-Jubeir dalam jumpa pers di Riyadh, minggu, 3/1/2016, seperti dikutip dari CNN.

 

Menanggapi hal tersebut, pihak Iran melalui Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Hossein Amir-Abdollahian mengatakan bahwa meskipun Arab Saudi telah memutuskan hubungan diplomatik, namun negaranya tak bisa menutupi kesalahan besar dengan mengeksekusi Sheikh Nimr.

 

Menurut pemimpin agung Syiah Muslim Iran, Ayatollah Ali Khamenei, politisi Arab Saudi akan mendapat "pembalasan ilahi" atas eksekusi terhadap Nimr. *** kny (kompas, cnn)