Anggaran Pendidikan di Tahun 2016 Turun

Anggaran Pendidikan di Tahun 2016 Turun

Anggaran pendidikan tahun 2016 ini dipangkas pemerintah. Jika tahun sebelumnya pemerintah mengangarkan dana pendidikan sebesar Rp.53,27 triliun, dan kini dalam Rancangan Anggaran Pendapatan Negara (RAPBN) 2016 anggaran pendidikan tinggal 49,23 triliun, turun 4% dibandingkan tahun lalu. 

 

Penurunan anggaran pendidikan ini, menurut Sekertaris Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Sekjen Kemendikbud) Didik Suhardi, disebabkan oelh sejumlah faktor diantaranya fungsi pendidikan yang tidak lagi terpusat, namun juga diaplikasikan pada daerah masing-masing. 

 

Jadi anggaran pendidikan, sebagian ada yang dimasukkan kedalam pagu anggaran transfer daerah. Sedangkan anggaran pendidikan yang dimasukkan kedalam anggaran utama Kemendikbud hanyalah anggaran belanja mengikat dan tak mengikat. Untuk anggran belanja mengikat, anggaran ditetapkan sebesar Rp.28,62 triliun. " Untuk belanja tak mengikat atau kegiatan-kegiatan lainnya, sebesar Rp.13,75 triliun. " kata Didik.

 

Anggaran belanja mengikat terdiri dari Kartu Indonesia Pintar (KIP), Gaji dan operasional, tunjungan guru, Ujian Nasional dan Akreditasi, Beasiswa berprestasi, sertifikasi, peningkatan mutu PTK dan Lainnya. 

 

Sedangkan belanja tak mengikat meliputi sarana dan prasarana wajib belajar 12 tahun, perencanaan pelaksanaan kurikulum di sekolah, penelitian, budaya dan bahasa, kompeyiso dan lomba serta lainnya. 

 

Selain itu termasuk pula anggaran pengembangan mutu guru seperti beasiswa guru, uji kompetensi guru, guru berkualifikasi S1/D4, PAUDISASI, beasiswa darmasiswa, pengembangan profesi tenaga didik, hingga sistem informasi pendidikan.

Oleh sebb itu Didik berharap, semua pihak mau membantu Kemendikbud untuk mendidik dan mencerdaskan anak bangsa.** kny (republika)