Alasan Pemerintah Blokir Situs Vimeo

Alasan Pemerintah Blokir Situs Vimeo

Meskipun Vimeo tidak mengizinkan adanya pornografi di situsnya, tetapi ia membiarkan penggunanya menggugah video "artistik" dan "nudity non-seksual."

 

Bagi pemerintah Indonesia hal ini masih terhitung pornografi. Oleh karenanya Pemerintah RI memerintahkan semua penyedia layanan Internet untuk memblokir situs distribusi video dan streaming tersebut.

 

Pemerintah mengatakan keputusan ini didasarkan pada pengaduan yang diterima dari warga negara Indonesia dan fakta bahwa beberapa video Vimeo melanggar hukum anti-pornografi negara. Hukum ini melarang adanya pengguna yang menampilkan kulit yang ditemukan di website atau media lain. Dalam semua, pemerintah menyatakan menemukan sekitar 15.000 video dengan kata-kata yang berhubungan dengan nudity, menurut Associated Press.

 

Vimeo membenarkan di Twitter bahwa situsnya diblokir di Indonesia. Satu tweet pada hari Senin (12/05) berbunyi, "Tampaknya Vimeo diblokir untuk beberapa pengguna Indonesia, tapi di pihak Indonesia dan kita tidak bisa membukanya," dan tweet lain pada hari Selasa (13/05) mengatakan, "Kami telah menerima permintaan resmi dari pemerintah Indonesia, kita akan melihat permintaan dan melapor kembali secepatnya".

 

Menurut Associated Press, pemerintah telah meminta Vimeo untuk menempatkan filter konten ketat pada video di Indonesia, seperti yang telah dilakukan YouTube di masa lalu.

 

Indonesia dikenal tidak menoleransi pornografi, ketelanjangan, atau bahkan pakaian yang agak terbuka. Pada 2012, pemerintah menyatakan blokir 1 juta situs "porno" selama bulan Ramadhan.

 

Sementara Indonesia memiliki salah satu populasi Islam terbesar di dunia, banyak warga negara tidak setuju dengan sikap keras pemerintah. Ketika undang-undang anti - pornografi disahkan pada tahun 2008, banyak orang Indonesia turun ke jalan untuk memprotes. Larangan Vimeo juga telah dikecam oleh orang Indonesia di Facebook dan Twitter.

 

Ketika dihubungi oleh CNET, juru bicara Vimeo mengatakan perusahaan sedang bekerja untuk membersihkan masalah ini.

 

"Kami menerima surat pemberitahuan dari Menteri Komunikasi dan Teknologi Informasi di Indonesia meminta Vimeo diblok dan/atau menghapus materi pornografi yang dapat diakses di Indonesia. Kami mencari jalan untuk menyelesaikan masalah dan berharap bisa melanjutkan layanan untuk tetap bisa diakses pengguna," kata juru bicara Vimeo. "Untuk memperjelas, Vimeo memungkinkan ketelanjangan dalam beberapa konteks non-seksual dan kreatif, tetapi tidak memungkinkan untuk pornografi." ***int (Sumber: CNET)