Akhirnya Abenomics Menuai Hasil Dengan Stimulus Fiskal USD 29 Miliar

Akhirnya Abenomics Menuai Hasil Dengan Stimulus Fiskal USD 29 Miliar

Akhirnya Abenomic membuahkan rasa hormat di Jepang, setidaknya pada kelas pekerja.

Stimulus fiskal dan moneter besar besaran diluncurkan oleh Perdana Menteri Shinzo Abe terbesar selama dua tahun terakhir memberikan manfaat pada perusahaan-perusahaan besar dan investor kaya.

Indeks Nikkei pada 225 entri saham rata-rata naik 80% sejak awal tahun 2013. Pada sembilan bulan pertama 2014, keuntungan bagi perusahaan di bursa Topix bertambah lebih dari dua kali lipat pada periode yang sama dari dua tahun sebelumnya.

Pemerintah memberikan dorongan stimulus fiskal lain sebesar $ 29 miliar yang disetujui Sabtu lalu (27/12), termasuk voucher belanja dan kupon bagi kelas konsumen, cek kesejahteraan pada keluarga berpenghasilan rendah dengan anak-anak kecil, dan subsidi pemanas minyak.

Ini semua dimaksudkan agar daya beli masyarakat Jepang membaik dan memberi peran lebih dalam perekonomian.

Bagian dari luput dari Abenomics memang sejauh para pekerja tidak disertakan dalam skemanya. Setelah bertahun-tahun bertahan dengan kenaikan upah yang tipis mengikuti inflasi ditambah kenaikan konsumsi pajak pada bulan April, menyebabkan penurunan daya beli yang sebenarnya.

Dan ini, pada gilirannya, membuat perputaran ekonomi Jepang rusak dan lemah.

Maka upah jelas tidak bisa bersaing dengan harga konsumen inti, yang naik 2,7% pada November dari tahun sebelumnya. Dari jumlah itu, sekitar dua poin persentase adalah karena kenaikan nilai tambah pajak pada bulan April.

Negosiasi upah antara serikat pekerja dan perusahaan dilangsungkan setiap musim semi. Tahun lalu, serikat pekerja terbesar di Jepang meminta kenaikan 1% dalam basis gaji, berbanding dengan inflasi. Ditambah oleh kearifan lokal pekerja yang mendapatkan kenaikan gaji berkala dalam basis senioritas, maka ini bisa diterjemahkan ke dalam kenaikan total gaji tahunan rata rata 2,1%.

Tahun ini, serikat pekerja meminta kenaikan gaji 2%. Perusahaan pun berada di bawah tekanan politik untuk membantu pekerja, setidaknya memenuhi setengah tuntutannya. Dua hari setelah menang pemilu, Abe mengadakan pertemuan antara para pemimpin perusahaan dan serikat di mana ia menyerukan upah dan bonus yang lebih tinggi.***Red (sumber WSJ)