AFI: Kisruh APBD DKI Bikin Masyarakat Melek Fiskal

AFI: Kisruh APBD DKI Bikin Masyarakat Melek Fiskal

Prihatin, mengecam dan menghujat perilaku korup pejabat negara ternyata tidaklah cukup. Diperlukan tindakan dan perbuatan untuk ikut memerangi korupsi dari hulu hingga hilir yang menggerogoti keuangan negara. Sehingga fiskal sebagai kekuatan utama penyelenggaran negara dan daerah bisa dijaga, diawasi dan diakses rakyat langsung untuk kesejahteraannya.

 

“Luar biasa apa yang dilakukan Ainun Najib. Masyarakat jadi semakin melek fiskal. Terbuka matanya ternyata anggaran DKI selama ini dibuat bancakan,” ujar Wasekjend DPP AFI (Asosiasi Fiskal Indonesia) Budi Gunawan Sutomo di Jakarta, Kamis (19/3) seraya menekankan Keterbukaan Fiskal adalah salah satu dari 4 prinsip dasar fiskal yang diperjuangkan AFI (Kemandirian, Kesejahteraan, Keterbukaan dan Kesinambungan Fiskal).

 

Seperti diketahui situs kawalapbd.org yang digagas dan dikelola oleh ahli IT Ainun Nadjib dan Pahlevi Fikri Aulia, membeberkan semua mata anggaran APBD DKI Jakarta yang dibuat oleh DPRD dan Pemda.

 

Masyarakat tak hanya bisa melihat dan memantau APBD tapi juga bisa memberikan jempol ataupun jempol kebalik terhadap pagu anggaran yang dinilainya kurang wajar. Bahkan disediakan pula kolom komentar yang terkait langsung dengan akun facebook pengunjung. 

 

Terpantau dalam situs itu telah terdapat 478 komentar dari masyarakat per hari ini Kamis (19/3) pukul 8.43 WIB. Diantaranya anggaran Pengadaan Uninterruptible Power Supply (UPS) di SMP NEGERI 37 senilai Rp 6 Miliar yang paling mendapat sorotan masyarakat dengan 93 komentar. Kemudian di tempat kedua berdasarkan anggaran paling terkomentari adalah Pengadaan Papan Catur senilai Rp 200 juta rupiah dengan 34 komentar.

 

“Wow, itu pengadaan papan catur sama pengadaan printer kok gedean papan catur ya? emang lebih banyak yg butuh catur drpd printer?” komen seorang pengunjung bernama Ongky Dyo Herman Simeler.

 

Ada juga

 

Rizal Harry: “Hutabarat hahahahahahahaha......sudah pada stres para anggota DPRD DKI sangat fantastis untuk harga papan catur.wkwkwkwkwkwkwk.....ingat DOsa mereka makan uang rakyat 7 turunan sengsara”.

 

Dan

 

Indra Hayadi: “Ini Papan Catur yang mau dibeli modelnya yang sekali pakai buang gitu bukan yah, bahannya kaya pempers anak saya? papan catur standar Percasi aja harganya +/- Rp. 105.000 (termasuk buah catur), kalau budgetnya Rp. 200.000.000 berarti bisa beli 1.900 bh papan catu,r nah jadi kira-kira dana segitu buat 3.800 orang dan mainnya bersamaan. ini yang main siapa aja?

 

Dan masih banyak lagi mata anggaran yang dikomentari masyarakat melalui website ini. Menurut Budi apa yang terjadi dalam kisruh APBD DKI tak hanya melukai hati aparat fiskus yang berjuang dari sisi penerimaan. Tapi juga membuat masyarakat sebagai pembayar pajak geram betapa anggaran dihambur-hamburkan tanpa arah fiskal yang jelas.   

 

“Ini jelas melukai perasaan masyarakat sebagai pembayar pajak dan aparat pengumpul pajak. Tapi selalu ada berkah di balik musibah dan Ini menjadi momentum perbaikan tata kelola fiskal ke depan. Rasanya terlalu jauh bicara kesejahteraan, kemakmuran dan arah fiskal, nggak korupsi aja pemerintah udah bagus. Nah dengan cara ini masyarakat mencegahnya,” pungkasnya.