Pola Zigzag pada Fosil asal Indonesia Ini Diyakini Buatan Manusia Tertua Sepanjang Sejarah

Pola Zigzag pada Fosil asal Indonesia Ini Diyakini Buatan Manusia Tertua Sepanjang Sejarah
BBC

Pola garis selang seling yang ditemukan pada cangkang fosil di Indonesia ini dalam penelitian terbaru boleh jadi, adalah ukiran awal oleh nenek moyang manusia,.

Ukiran ini setidaknya berusia 430.000 tahun, yang berarti hanya bisa dilakukan oleh kaum Homo erectus lama punah.

Ini menjadi tanda tertua buatan manusia yang sebelumnya ditemukan berusia sekitar 130.000 tahun.

Jika dikonfirmasi, para ahli mengatakan temuan yang dipublikasikan dalam jurnal Nature dapat memaksa para ilmuwan memikirkan kembali darimana asal budaya manusia pada awalnya dikembangkan.

Salah satu penulis laporan itu, Stephen Munro, bahkan menyebut temuan di Indonesia itu telah "menulis ulang sejarah manusia".

"Ini adalah pertama kalinya kami telah menemukan bukti untuk Homo erectus berperilaku dengan cara ini," Jelas ilmuwan asal Australian National University ini.
"Tidak ada penjelasan lain" Tambahnya.

Ratusan cangkang kerang air tawar fosil yang digali dan dikumpulkan di Jawa oleh ilmuwan Belanda Eugene Dubois pada tahun 1890, kemudian disimpan dalam kotak selama bertahun-tahun di kota Belanda Leiden.

Pada bulan Mei 2007, Munro mengambil foto cangkang purba tersebut sebagai bagian dari penelitian untuk PhD-nya.

Ukiran yang menonjol sangat dalam foto digital sebelum bisa terlihat dengan mata telanjang.

"Segera ketika saya melihat ada tanda di sana, duga saya ini adalah ukiran manusia, tidak ada penjelasan lain," katanya.

Sekelompok ilmuwan kemudian memeriksa cangkang purba tersebut dan memeriksa apakah ukiran tersebut setua cangkang itu sendiri.

Hasilnya ukiran itu memang dibuat sebelum fosilisasi, ketika fossil kerang terbentuk antara 430.000 dan 540.000 tahun yang lalu.

Munro memaparkan dari penemuan ini bisa dikonfirmasi teori bahwa Homo erectus memiliki ketangkasan manual yang signifikan dan kemampuan kognitif yang lebih besar daripada yang diperkirakan sebelumnya.

"Kami melihat jenis perilaku, apakah itu seni atau simbolis ekspresi, cadangan perilaku yang untuk diri kita sendiri. Sebagai sesuatu yang sangat unik dari manusia. Dengan temuan ini, kita bisa mengatakan pasti ada perbedaan antara homo sapiens dan Homo erectus. Tapi mereka mungkin lebih cerdas dari yang kita duga sebelumnya."

Tapi ada ahli lain menyatakan keraguan tentang penelitian ini.

John Shea, dari Universitas Stony Brook di New York, mengatakan "Tidak ada contoh lain yang semacam itu selama ratusan ribu tahun, dalam ribuan dan demi ribuan mil. Jika ini adalah perilaku simbolik Homo erectus, maka pada dasarnya satu-satunya bukti yang kita punya hanya yang di antara Tiga Benua (Indonesia) itu saja." pungkasnya.***Fey (sumber BBC)