PKS Parpol Paling Aktif Juga Paling Sering di Bully di Sosmed

PKS Parpol Paling Aktif Juga Paling Sering di Bully di Sosmed

Fiskal.co.id, Jakarta - Aktivis sekalius Pendiri Politicawave Yose Rizal mengatakan bahwa saat ini Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menjadi salah satu parpol paling rajin dalam penggunaan sosial media sebagai media kampanye.


"PDIP justru lebih aktif lewat relawan-relawan dan orang-orang yang terafiliasi dengan mereka," ujarnya saat di temui pada Selasa (1/4/2014).


Ia melihat bahkan beberapa parpol lain seperti Golkar dan Demokrat malah kurang mampu memanfaatkan potensi online sebagai ceruk menarik minat pemilih.


Yose mengatakan bahwa saat ini para pengguna internet lazim dijejali opini dan berita yang bernada menjatuhkan salah satu partai atau calon peserta.


Yang berbahaya adalah jika berita atau opini negative tersebut tidak segera diklarifikasi oleh yang bersangkutan, bukan tidak mungkin warga maya menganggap kabar burung tersebut sebagai fakta.


"Nah, yang diserang harus rajin menyediakan counter informasinya. Sebab, kalau serangan itu dibiarkan, netizen lama-lama menganggap serangan itu sebagai fakta. Padahal belum tentu benar," tutut Yose.


Dikonfirmasi mengenai hal tersebut, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera Fahri Hamzah tidak menampik title sebagai parpol getol online.


Namun ia menjelaskan saat ini kampanye online yang dilakukan PKS sifatnya lebih ke personal dan tidak ada struktur paten dari intern partai. . "Yang begitu-begitu tak pakai struktur. Itu sifatnya pribadi. Justru aneh dan ribet kalau pakai struktur," ujarnya.


Fahri juga menyampaikan salah satu alasan lain PKS adalah minimnya dana partai jika harus “promosi” via media komersil seperti televise ataupun media cetak.


Namun, ramai di netizen juga mengundang bully atau cemoohan yang tidak sedikit dari Netizen lain. Belum lama ini PKS juga sempat terseret kasus pencatutan foto musisi Bimbim “Slank” dalam media kampanye online partai tersebut, yang terbagi bagi dan menjadi bahan cemoohan.

 

Di satu sisi bahkan Menteri yang juga mantan Presiden PKS sendiri, Tifatul Sembiring terkena "sial" karena kedapatan seorang netter memfollow akun Twitter porno dan menuliskan hashtag #menggelinjang manja. ""Habis deh W3h di bully" ujar Tifatul sebagaimana dikutip laman Tempo (18/03).*** [mjd]