Pinjaman lunak dari jepang guna mempercepat pembangunan MRT

Pinjaman lunak dari jepang guna mempercepat pembangunan MRT

Akhirnya Jepang melalui Japan International Coperation Agency memberikan bantuan kepada Indonesia untuk proses pembanguan MRT berbentuk pinjaman lunak. Pinjaman dengan bunga sebesar 0.25 persen ini diharapkan dapat dikembalikan selama 40 tahun mendatang.

Pertanyaannya bagaimana proses kelanjutan MRT setelah mendapat pinjaman dari Jepang, Pemprov DKI sendiri berpendapat bahwa mereka belum mau untuk terburu-buru melanjutkan proyek ini, perlu direncanakan secara matang agar dapat merelisasikan proyek besar ini.

Japan Internasional Cooperation Agency sepakat jika proyek MRT ini terlambat maka Pemprov DKI harus membayar bunga sebesar 800 juta rupiah perhari. Oleh karena itu harus benar-benar direncanakan dan secepatnya dikerjakan agar proyek ini tidak menjadi molor. Memang masih ada beberapa kendala dalam proyek MRT ini salah satunya adalah harus mengorbankan keberadaan Stadion Lebakbulus karena adanya perusahan design dalam proyek MRT ini.

Masalah tiket yang tidak disubsidi juga menjadi masalah terhambatnya proyek MRT ini, Jika tidak disubsidi maka harga tiket diperkirakan Rp38.000,00 tentu ini sangat memberatkan sebagian besar calon pengguna MRT. Nah sekarang kita hanya bisa menantikan apa langkah selanjutnya dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk kemajuan proses MRT ini.(DS)