Pemerintah dan Pertamina Sepakat tak Naikkan BBM

Pemerintah dan Pertamina Sepakat tak Naikkan BBM
tempo

Pemerintah dan Pertamina sepakat untuk tidak menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) meskipun harga minyak mentah di pasar global telah mengalami kenaikan. Hal tersebut didasarkan atas pertimbangan adanya kenaikan sejumlah kebutuhan pokok selama puasa dan ramadhan. Jika harga BBM juga dinaikkan, ditakutkan harga kebutuhan pokok akan semakin melambung tinggi hingga memberatkan masyarakat. 

 

"Bulan Juli ini Inshaallah tidak ada kenaikan. Jadi, supaya masyarakat kita bisa menjalani bulan Ramadhan dan Lebaran dengan tenang," ucap Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), IGN Wiratmadja Puja, di Jakarta, Selasa, (30/6).

 

Meskipun diakui, indeks harga rata-rata minyak di pasar Singapura (MOPS) hari kemarin sudah naik 1-2 dollar AS. "Hari ini sekitar itu, turun sedikit. Masih stabil, tapi masih lebih tinggi dari bulan sebelumnya," lanjut Wiratmadja.

 

Selain tak menaikkan harga BBM jenis solar dan premium, pemerintah dan pertamina juga sepakat untuk tidak menaikkan Pertamax dan gas elpiji 3kg. Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Dwi Soetjipto menegaskan, Pertamina tak ingin menambahkan beban masyarakat selama ramadhan. Kalaupun harga BBM akan dinaikkan, pemerintah dan Pertamina sepakat untuk menundanya hingga Hari raya idul fitri selesai.

 

"Masyarakat itu sudah mendapat tekanan berat sampai Lebaran, harga cabai, harga beras. Harga minyak harus bisa stabil untuk mengurangi tekanan ke masyarakat. Kalo pun naik, nanti habis lebaran." jelas Dwi. *** kny (kontan)