Pasar Bebas Seperti MEA Gerus Pendapatan Pajak Indonesia

Pasar Bebas Seperti MEA Gerus Pendapatan Pajak Indonesia
economicnoise

Mengikuti Pasar bebas seperti Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), apakah perlu dikaji kembali atai tidak ? masih menuai kontroversi. Pasalnya, selain membanjirnya produk Asing dan tenaga kerja Asing di Indonesia, pendapatan pemerintah dari pajak dan cukai pun menurun karena pasar bebas ini. 

 

Akan tetapi menurut Kementerian Keuangan kehilangan potensi pajak ini hanya bersifat sementara dan tidak untuk jangka panjang. Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Mardiasmo meyakinkan bahwa kehilangan pajak karena pasar bebas ini hanya bersifat sementara, karena setelah nanti pasar bebas berjalan dan masyarakat Indonesia sudah mampu bersaing maka pendapatan pajak akan naik dengan sendirinya. 

 

"Kalau itu (menggerus penerimaan negara) yang dimaksudkan untuk jangka pendek. Kita harus lihat jangka panjangnya, jadi kalau industri sudah maju semua otomatis kan income per kapita akan naik," jelas dia di Wonogiri, Sabtu (23/1/2016).

 

Dia menambahkan, jika pendapatan per kapita di Indonesia meningkat, maka penerimaan pajak juga akan naik. Hap ini tentunya berlaku untuk pajak pertambahan nilai (PPN).

 

"Kalau itu naik kan berarti pajak juga naik, PPN juga jalan, terus pajak penghasilan juga naik, jadi lingkungannya kita bicara jangka semuanya. Bukan berarti mematikan. Ada multiplier effectnya. Kalau ekonomi berkembang, penerimaan pajaknya juga akan berkembang," tutur dia.

 

Selain pasar bebas MEA, pemerintah Indonesia juga berniat bergabung dalam perjanjian ekonomi dan perdagangan Trans Pasific Patnership (TPP) yang di prakarsai oleh Amerika Serikat. Jika bergabung dengan TPP perdagangan dan persaingan usaha di Indonesia akan semakin liberal dan ketat. *** kny (okezone)