Newmont Kurangi Aktivitas akibat Pajak

Newmont Kurangi Aktivitas akibat Pajak

Newmont Mining Corp produsen tambang emas dan tembaga akan membatasi operasi di Indonesia hingga sengketa dengan pemerintah atas pajak ekspor diselesaikan dalam beberapa bulan ke depan. Demikian Chief Executive Gary Goldberg pada Jumat (31/01).

 

Goldberg, yang berbicara di telepon dengan para analis dan investor, juga mengatakan bahwa Newmont sedang mengkaji kebijakan pengambilan dividen, dan akan memperbarui investasi rencananya pada bulan Februari. Dividen Newmont terkait dengan harga emas, yang telah menurun tajam.

 

Newmont pekan lalu juga dikatakan sedang mempertimbangkan tindakan hukum dan pilihan lain di Indonesia, di mana pemerintah telah memberlakukan pajak baru atas ekspor konsentrat logam.

 

"Kami berada dalam posisi melihat-lihat dalam beberapa bulan ke depan, jika kami tidak mampu mencapai kesepakatan – kami harus mengurangi operasi," kata Goldberg.

 

Sebagaimana yang telah dikabarkan, Freeport, yang merupakan operator tambang besar AS lainnya dengan operasi yang signifikan di Indonesia, telah menunda produksi karena konflik pajak dengan pemerintah Indonesia ini. Upaya Freeport melobi pemerintah pun kandas, saat pemerintah Indonesia tetap bersikukuh menerapkan pajak, sebagai bagian dari investasi pada smelter lokal.

 

Walau kedua operator tambang ini memiliki perjanjian dengan pemerintah Indonesia yang mereka katakan telah membebaskan mereka dari pajak baru ini. Perusahaan bersedia membayar pajak penghasilan, royalti dan biaya lainnya, tapi tidak disebutkan adanya pajak ekspor .

 

Newmont menjadwalkan rapat Jumat (31/01) untuk membahas angka-angka kuartal keempat produksi dan perkiraan untuk 2014, yang dirilis Kamis sebelumnya.

 

Saham Newmont jatuh pada awal perdagangan karena perkiraan produksi berada di bawah ekspektasi, dan Stephen Walker pengamat dari RBC Dominion Securities melabeli peringkat saham Newmont menjadi "underperform " dari "performa sektoral".***Fey