Menteri Susi Sikapi Hinaan General Santos: Kau Hina Indonesia Kau Miskin Tak Punya Tuna

Menteri Susi Sikapi Hinaan General Santos: Kau Hina Indonesia Kau Miskin Tak Punya Tuna
Rumahku.com

Sekretaris Jenderal Asosiasi Tuna Longline Indonesia (ATLI) Dwi Agus mengomentari fenomena pendapatan lebih tinggi, walaupun secara volume terdapat penurunan pasokan ikan tuna.

Pendapatan yang makin naik adalah hasil dari kenaikan harga tuna baru baru ini, menyusul penurunan pasokan tuna dunia. Fenomena ini terjadi segera setelah pelaksanaan kebijakan baru yang dikeluarkan oleh Departemen Kelautan dan Perikanan.

Kementerian yang dipimpin oleh Menteri Susi Pudjiastuti yang lulusan SMP tersebut mengacak-acak perikanan internasional agar bergantung pada Indonesia, dengan mengeluarkan larangan kegiatan transshipment sejak November 2014.

"Produksi tangkapan Tuna menurun tapi nominal (pendapatan) meningkat sebesar 12,8 persen dari bulan lalu (Januari). Penurunan tangkapan 35 persen. Walau tidak dapat dikatakan telah menurun secara signifikan. (Kami) hanya dapat mengamati selama periode Maret-April," Jelas Dwi Agus dalam diskusi yang berlangsung di KKP sebagaimana dikutip Global Indonesian Voice.

Menurut Dwi, fenomena ini disebabkan oleh menurunnya pasokan ikan di negara tujuan ekspor, sehingga mendorong harga komoditas ikan.

"Negara-negara pengimpor tidak memiliki stok ikan, jadi kami (Indonesia) bisa mainkan harga tinggi. Kedua, harga yang lebih tinggi ini disebabkan oleh penguatan dolar AS," lanjut Dwi.

Sementara itu, ia juga berbagi ada juga permintaan kuat bahkan untuk kualitas yang lebih rendah dari ikan. Pada tahun 2014, ekspor mencapai 13.699 ton, yang meliputi tuna, marlin dan ikan todak.

Menurut data ATLI, perusahaan asosiasi telah mengekspor ikan ke Jepang, Lebanon, Amerika Serikat, Singapura, Kanada, Thailand, Korea, Jerman, Filipina, Hong Kong, Cina, dan Vietnam.

Di depan para pejabat Departemen Perhubungan, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengabarkan bahwa pasar ikan utama di Asia Tenggara kini kekurangan stok ikan.

"Praktek illegal fishing telah diberantas. Sebagai bukti, wilayah Songkhla di Thailand sekarang ditutup. General Santos (Filipina) ditutup dan tenang. Jadi harga ikan di pasar Asia telah meningkat, ini adalah karena penurunan pasokan," Jelas Menteri nyentrik itu seraya menambahkan khusus daerah General Santos yang Walikotanya dikabarkan menghina orang Indonesia, selamanya mereka tidak akan mendapatkan pasokan tuna asal Indonesia.

"Yang penting ikan enggak boleh 'lari' ke General Santos. Ikan Sulawesi ya diproses di Sulawesi," Tekan Susi.***Red (GIV)