Menteri Sofyan: Penghapusan BBM Premium Butuh Rp 130 T

Menteri Sofyan: Penghapusan BBM Premium Butuh Rp 130 T
protesrepublik.com

Menteri Koordinator Perekonomian Sofyan Djalil menyatakan bahwa penghapusan BBM Premium bakal menghabiskan dana mencapai Rp 130 triliun. Hal itu, kata dia, tidak bisa dilakukan secepatnya karena pihak Pertamina tidak bisa menggunakan kilang untuk menghasilkan BBM pengganti. Untuk itu, kata dia, penghapusan itu harus secara bertahap.


“Karena selama ini Pertamina tidak melakukan perbaikan kilang,” pungkas Sofyan di Kantornya, Jakarta, Jumat (17/4).

Lebih lanjut Sofyan menjelaskan, kondisi kilang-kilang Pertamina saat ini usianya sudah tua.


“Karena sekarang tantangan berat bagi Pertamina ini adalah pembangunan dan perbaikan kilangnya. Kilang-kilang Pertamina itu sudah pada tua. Kilang itu ada yang sudah 40 tahun, kilang yang paling muda adalah kilang Balongan. Kalau enggak salah tahun 1993 atau 1994,” ujarnya.

Sementara itu, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyatakan bahwa mereka tidak mempersoalkan apabila Pertamina ingin menghentikan penjualan bensin premium pada awal bulan Mei mendatang.


“Kalau kita sudah siap mau berapa nanti harganya penggati premium. Harga sekarang kan sudah keekonomian,” kata Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Natsir Mansyur kepada Tribunnews.com, Jakarta, Jumat (17/4).


Untuk diketahui, Pertamina akan menghentikan penjualan bensin premium secara bertahap mulai awal Mei 2015. Setelah itu Pertamina akan menggantinya dengan Ron 90 atau Pertalite yang harganya bakal lebih mahal daripada premium. ***San (Sumber: Merdeka.com & Tribunnews.com)