Mengapa Ekonomi Indonesia Makin Melambat? Pengamat : Konsolidasi Pemerintah Jokowi Lemah

Mengapa Ekonomi Indonesia Makin Melambat? Pengamat : Konsolidasi Pemerintah Jokowi Lemah
WSJ

Mengapa Ekonomi Indonesia tumbuh pada laju terlemah dan mencapai tingkat sebagaimana krisis keuangan global pada lima tahun lalu? Jawabannya kompleks, namun penyebab utama dipastikan karena pengaruh penurunan harga minyak dan komoditas dunia secara umum.

Produk domestik bruto (PDB) tumbuh sebesar 5% pada tahun 2014, dibandingkan dengan revisi 5,58% tahun sebelumnya.

Sebagai negara dengan ekonomi terbesar di Asia Tenggara, yang artinya menjadi eksportir utama segala komoditas seperti kelapa sawit, karet, batubara dan timah Indonesia mesti menerima beban penurunan harga global dan akhirnya mengurangi pendapatan serta pajak.

Pelampung dari kondisi ini sebenarnya telah disiapkan, yakni investasi asing, namun kebanyakan investor menunggu di baik pagar karena ketidakpastian politik dan kondisi ketegasan hukum presiden Joko "Jokowi" Widodo.

"Reformasi birokrasi artinya juga lembaga hukum negara bertindak efisien karena moral sosial dan semangat demokratisasi, tapi nih ada kisruh dua lembaga negara (KPK, Polri) yang saling main tangkap." Ujar pengamat Fiskal, Budi Gunawan Sutomo dari Assosiasi Fiskal Indonesia (AFI). "Investor mikir ini masih lampu merah di Indonesia. Ga bakalan bisa masuk itu barang investor." tambahnya.

Adapun Gareth Leather, pengamat ekonomi di Capital Economics, melanjutkan Indonesia jangan muluk muluk berpikir adanya rebound, karena harga komoditas masih lemah dan tingkat suku bunga BI masih dipasang tinggi sebagai buah kekhawatiran dan kehati  hatian pihak moneter lokal akan penarikan arus balik modal asing yang akan kembali membebani rupiah.

"Kita tidak menganggap pertumbuhan akan melambat lebih jauh dari sini, kita anggap rebound tidak mungkin ada dalam jangka pendek, lantaran harga komoditas lemah dan tingkat suku bunga tinggi yang ditetapkan (BI) membebani kegiatan ekonomi."

Jokowi menjabat pada bulan Oktober, berjanji untuk memotong birokrasi, meningkatkan infrastruktur dan mengatasi masalah fiskal itu untuk menarik lebih banyak investasi.***Red (BBC)