Melihat Ketatnya Persaingan Antar Maskapai Penerbangan Tanah Air

Melihat Ketatnya Persaingan Antar Maskapai Penerbangan Tanah Air

Fiskal.co.id, Jakarta – Dalam sejarah perjalanan bisnis maskapai di Indonesia, ternyata terdapat persaingan ketat yang terjadi diantara perusahaan maskapai penerbangan tersebut. Tidak jarang bagi perusahan yang tidak mampun bersaing akan terhempas dan akhirnya harus menerima untuk dicabut izin terbangnya.

 

Mayoritas masalah yang timbul pada sebuah maskapai tanah air adalah makin menurunnya keuntungan perusahaan yang dikarenakan banyaknya konsumen yang pindah ke maskapai lain dengan alasan harga yang lebih murah. Contoh maskapai yang mengalami masalah ini adalah perusahaan penerbangan yang dulu sempat beroperasi yaitu Simpati Air dan Buroq Air. Kedua perusahaan yang akhirnya kini harus ditutup tersebut sebenarnya memiliki sejarah yang cukup panjang di Indonesia. Namun kurang baiknya manajemen dan juga kalah saing dengan perusahaan baru yang menerapkan biaya murah menjadi batu sandungan besar hingga kedua maskapai tersebut harus ditutup pada tahun 1998 dan 2007.

 

Maskapai dengan konsep penerbangan berbiaya rendah memang makin hari menjadi tren dunia transportasi udara, namun dibalik makin murahnya jasa layanan penerbangan ternyata tidak selalu memberikan dampak baik bagi para penumpangnya.

 

Pemasukan yang minim terkadang membawa dampak kualitas layanan yang kurang baik pula. Memang tidak semua penyedia penerbangan berbiaya rendah akhirnya kandas karena pelayanan yang memburuk pasca menerapkan konsep tersebut. Namun memang kebanyak dari perusahaan tersebut akan sulit bertahan jika hanya menerapkan konsep biaya murah.

 

Salah satu efek yang terlihat dengan kurang baiknya pengelolaan layanan adalah kondisi armada pesawat yang juga kurang mendapatkan perawatan yang layak. Tidak hanya itu ada beberapa perusahaan yang memaksakan menggunakan armada pesawat yang sebenarnya sudah tidak layak terbang. Disini keselamatan penumpang menjadi taruhannya. Masalah tersebut seperti yang pernah membelit maskapai Adam Air yang akhirnya harus ditutup pada tahun 2008 akibat isu keselamatan penumpang.

 

Pemerintah sendiri kian memperketat peraturan terkait dengan standart kualitas armada serta pelayanan sebuah maskapai penerbangan. Dan semoga kedepan maskapai yang ada di Indonesia bisa bersaing dengan baik dan tetap mengutamakan layananya. [mjd]