Lion Group Siap Bangun Bandara Terbesar SeIndonesia di Lebak

Lion Group Siap Bangun Bandara Terbesar SeIndonesia di Lebak
Forbes

CEO Lion Group Indonesia, Rusdi Kirana, yang memiliki kekayaan bersih diperkirakan sebesar $ 1,7 miliar bersama saudaranya Kusnan, saat ini memiliki jet carteran pribadi. Namun saat ada masalah ban pada pesawat tersebut di Batam, dibanding menunggu perbaikan Ban, Rusdi memilih ikut duduk di kapal komersilnya, di kursi kelas ekonomi biasa.

Rusdi sanggpu beradaptasi dalam bisnis penerbangan Indonesia yang volatile. Dimulai dengan modal $ 900 ribu pada tahun 1999, ia dan saudaranya membangun maskapai Lion Air yang kini menjadi pemain swasta terbesar di Indonesia dari jumlah penumpang yang diterbangkan dan ukuran armada.

Kusnan, saudaranya walau menjadi pemegang saham di Lion Group, tidak aktif dalam operasi sehari-hari. Dan kini Rusdi berencana untuk IPO dengan segera, dengan nilai indikatif terbaru dari maskapai ini adalah sebesar $ 2 miliar, hampir dua kali lipat nilainya dari Garuda Indonesia.

Dari sisi bisnis ada banyak lagi yang akan datang.

"Kita ada populasi 250 juta, 17.000 pulau, dengan 5.000 mil dalam garis lurus dari timur ke barat, tapi kursi lebih sedikit tersedia per kilometer dibandingkan dengan negara-negara Asia lainnya di wilayah ini. Kita masih ada ruang untuk tumbuh," jelas Rusdi seraya menyebutkan rencananya untuk semakin menambah pertumbuhan armada.

Siapa disangka Rusdi punya awal yang dalam bisnis ini, terutama dalam lisensi untuk maskapai. "Ketika saya pergi ke kantor Kementerian Perhubungan, salah satu staf pendaftaran mengejek saya. Dia sarankan saya untuk mendirikan pabrik kondom daripada maskapai," katanya sambil tertawa.

Namun pada tahun 2000 lisensi diberikan Rusdi pun menyewa pesawat pertamanya, sebuah Boeing 737-300. Untuk menghemat uang Rusdi merancang logo maskapai dan seragam pramugari sendiri, dan masih digunakan sampai sekarang.

Rusdi 51 tahun mengatakan dia tidak pernah bermimpi akan memiliki perusahaan bernilai miliaran dolar dan perusahaan penerbangan swasta terbesar di negeri ini, sekarang dengan tujuh perusahaan ada di bawah sayapnya, yang dikenal secara kolektif sebagai Lion Group.

Untuk belanja modal Rusdi mengklaim Lion memiliki utang nol. Satu-satunya utang yang ada adalah untuk pembiayaan pesawat, yang berasal dari bank-bank asing seperti bank BNP Paribas Perancis dan DVB bank Jerman. Dia juga membantah rumor ada sisi keuangan yang dirahasiakan dalam mendukung bisnisnya.

"Pemilik Lion Group hanya saya dan adik saya-tidak ada pemegang saham lain selain kami," katanya. Untuk mendorong pertumbuhan lebih Rusdi sedang mengembangkan bandara. Lokasiya di Lebak Banten. Bandara ini akan berdiri di atas tanah di 5.500 hektar, tiga kali lebih besar dari Bandara Soekarno-Hatta.

Rusdi berencana untuk memulai groundbreaking akhir tahun ini. "Kami membeli tanah dengan kas internal kami, dan sisanya akan berasal dari rencana IPO," kata Rusdi. Kelompok Lion juga berencana untuk IPO tahun depan untuk meningkatkan modal sebesar $ 800 juta dengan menjual 30% sahamnya.***Red (Forbes)

X