Kemenaker Pertimbangkan Kenaikan UMR Berbasis Produktifitas

Kemenaker Pertimbangkan Kenaikan UMR Berbasis Produktifitas
Indoboom.com

Pemerintah berencana untuk menjadikan faktor produktivitas menjadi aturan baru untuk mengatur keuntungan upah minimum tahunan, dalam upaya untuk mengangkat keterampilan para pekerja dan menghindari rasa tidak adil di antara para buruh dalam urusan gaji.

Sistem baru ini masih dibahas dengan serikat pekerja dan asosiasi pengusaha.

Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri mengatakan di Jakarta, Kamis (12/03), menolak untuk memberikan kerangka waktu untuk implementasi dari peraturan baru ini, sebagaimana
UMR biasanya ditetapkan pada bulan November, dan  sebagaimana biasa, selama penetapan ribuan pekerja turun ke jalan berdemontrasi dengan serba serbi bumbu ancaman mogok nasional.

"
Tentu saja kita perlu sistem yang berarti gaji buruh dapat diprediksi dan juga ada formula adil untuk buruh. Rumusnya masih rahasia. Tapi pada dasarnya ada usulan untuk menggunakan produktivitas, itulah titik utama dan penting." Jelas Hanif,

Sebagai catatan, Bank Dunia mengatakan dalam sebuah laporan tahun lalu bahwa produktivitas tenaga kerja Indonesia per pekerja lima kali lebih rendah dari negara tetangga Malaysia, dan rata-rata juga lebih rendah dibandingkan di Thailand, Filipina dan China.

Pemerintah bagaimanapun tetap berusaha untuk mengangkat produktivitas melalui pelatihan berbasis kompetensi. Presiden Joko Widodo sendiri sedang mengejar strategi pertumbuhan ekonomi dua cabang mencoba untuk meningkatkan daya tarik negara untuk investor sementara menyikapi ketimpangan pendapatan di kalangan pekerja.

UMR di Indonesia telah meningkat tajam dalam beberapa tahun terakhir dengan peningkatan di industri, mengikis keunggulan kompetitif negara terhadap China apabila para  produsen mencari lokasi lain.

"Satu-satunya cara untuk mengakomodasi kenaikan upah tanpa membahayakan daya saing adalah untuk meningkatkan produktivitas tenaga kerja," Jelas Bank Dunia dalam laporannya.***Red (CT)