Kebijakan Pajak Impor Batubara China Anjlokkan Harga Batu Bara Global

Kebijakan Pajak Impor Batubara China Anjlokkan Harga Batu Bara Global
hargen

Kebijakan pemerintah Cina yang memberlakukan pajak impor batu bara, ternyata juga berdampak terhadap harga komoditas batubara global yang kembali anklok, meskipun sektor pertambangan di Indonesia tak begitu terkena dampak yang tak terlalu signifikan.

Namun penguatan nilai tukar dollar Amerika Serikat (AS) dan melemahnya nilai tukar Rupiah juga ikut menyokong penurunan harga batubara di pasar domestik.

 

Meskipun kebijakan pajak impor tersebut baru akan resmi di berlakukan 15 oktober 2014 nanti, namun sentimen pasar terhadap komoditas ini terus menurun. Di bursa ICE Futures harga batu bara untuk pengiriman November 2014 berada di US$ 64,70 per ton pada Jumat (10/10), ini turun 1,14% ketimbang hari sebelumnya.

 

Menurut analisa pefindo, Guntur Tri Hariyanto, pemerintah China memberlakukan kembali pajak impor batu bara setelah dihapus sama sekali pada tahun 2007. Pengaktifan kembali pajak impor batu bara ini guna membantu perusahaan tambang batu bara di Cina yang tengah menghadapi masa sulit akibat perlemahan ekonomi.

 

Menurut data diperkirakan ada sekitar 70% perusahaan pertambangan di China merugi. Bahkan sebagian perusahaan tambang terlambat membayar atau bahkan memotong gaji karyawan mereka. Dan rencananya besaran tarif pajak impor batubara adalah 3% untuk anthracite coal dan coking coal dan 6% untuk non-coking coal.

 

"Kebijakan ini akan berdampak besar bagi Australia dan Rusia sebagai pemasok utama batubara ke Tiongkok. Tetapi tidak terlalu berdampak bagi Indonesia karena terlindungi perjanjian perdagangan bebas," kata Guntur. *** kinaya (kontan)