Kakanwil Pajak Usulkan Polis Boleh Pakai Materai Elektronik

Kakanwil Pajak Usulkan Polis Boleh Pakai Materai Elektronik
fiskal.co.id

Apakah diperbolehkan polis asuransi menggunakan materai elektronik? Pertanyaan ini muncul saat “Tax Gathering 2014” yang diadakan Direktorat Jenderal Pajak Kanwil Jakarta Pusat di Hotel Grand Mercure, Jakarta, Selasa (21/10).

 

Adalah perusahaan asuransi, Prudential yang mengaku kerepotan jika harus menempeli materai secara manual padahal jumlahnya ribuan lembar setiap harinya. Karena itu pihaknya meminta ijin agar dipermudah dengan cara computerize atau sistem materai elektronik.

 

Menanggapi hal itu, Kakanwil Jakarta Pusat, Dicky Hertanto mengatakan akan mengusulkannya ke Direktur  Peraturan Perpajakan. “Memang regulasinya belum ada. Yang ada itu materai tempel dan materai teraan, nanti segera saya usulkan ke direktur PP2,” ujarnya.

 

Dicky memahami semua pengusaha menginginkan kemudahan, karena itu pihaknya tidak mau hal sepele jadi kendala teknis yang menghambat bisnis wajib pajak. “Tinggal kita terbitkan ijinnya saja nanti. Kan sama tagihan PLN di atas 1 juta juga cukup dicap saja,” imbuhnya.  

 

Penghargaan Pajak

Tax Gathering diadakan Kanwil Jakarta Pusat untuk menyerap pertanyaan dan feed back dari para WP sehingga tercipta sinergi dalam membangun negeri sebagaimana tema yang diangkat panitia dalam acara tersebut. Beberapa pertanyaan lain yang muncul berkaitan dengan teknis perpajakan ialah aplikasi e-biling yang tidak terdapat di semua bank. Padahal kemudahan dan kecepatan dalam membayar pajak sangat diinginkan oleh semua pengusaha dalam menjalankan roda bisnisnya.

 

Dalam acara tersebut juga dianugerahi penghargaan penyetor pajak terbesar di wilayah Jakarta Pusat. Dalam kesempatan itu  Prudential atau PT Prudential Life Assurance didapuk sebagai WP terbesar dengan setoran pajak lebih dari 1 triliun rupiah.

 

Acara ditutup dengan tampilnya motivator Bimala Rurin Hamarta yang mengelaborasi pentingnya membayar pajak sebagai bentuk rasa syukur untuk berbagi pada sesama. Dengan pendekatan humor yang mudah dicerna dan gamblang, Rurin mengubah orasi pajak yang biasa kaku, menjenuhkan dan cenderung dijauhi menjadi bahan guyonan yang mengundang tawa audien.

 

“Action is louder than words! Tak cukup hanya bilang Merdeka untuk membuktikan kita cinta tanah air dan nasionalisme. Sama juga dengan ucapan I love you so much tapi tak memberi nafkah,” ujar Rurin disambut tepuk tangan.