Jokowi Tampung Eks Kepala Dinas jadi Tim Khusus

Jokowi Tampung Eks Kepala Dinas jadi Tim Khusus

Gubernur Jakarta Joko Widodo menciptakan tim baru yang disebut Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGuPP). Jokowi menjelaskan tim itu disusun untuk mengejar ketertinggalan suatu wilayah dengan wilayah lainnya.

 

“Ada ruang di situ untuk ikut memonitor, memantau, memberikan masukan sehingga semua bekerja," ujar Jokowi di Balai Kota, Jumat (14/02).

 

Semua ini bagi Jokowi didasarkan pada pengawasan yang langsung dilaporkan padanya. Jokowi yang selalu digadang gadang menjadi calon presiden ini membutuhkan manajemen organisasi yang ketat. "Organisasi baik tapi manajemen kontrol kita enggak ketat, ya percuma, sistem enggak akan jalan," tambahnya.

 

Adapun, pengamat menilai kebiajakan Jokowi ini lebih karena bawahannya yang bersikap lamban dan reaktif. Sementara hal itu disadari oleh Jokowi sendiri namun apabila langsung main copot, Jokowi akan mendapat masalah seperti resistensi dari bawahannya. Karena itulah dibentuk semacam west wing untuk menampung mereka

 

Agus Pambagio pengamat Kebijakan Publik, dari Universitas Indonesia memaparkan bahwa dengan membentuk tim ini, Jokowi bisa bersikap hati-hati untuk tidak main copot, melainkan ‘menyekolahkan’  pejabat bermasalah diawasi lebih dekat.

 

Anggapan ini muncul karena mereka yang berada dalam TGuPP, sebelumnya adalah profil bermasalah yang disorot media. Seperti Udar Pristono mantan Kepala Dinas Perhubungan yang disorot pada kasus Bus impor China Transjakarta yang rusak. Unu Nurdin mantan kepala dinas kebersihan yang disorot karena tidak adanya anggaran pengadaan truk sampah baru. Juga Taufik Yudi Mulyanto, mantan kepala Dinas Pendidikan, yang dimasalahkan media karena adanya kecurangan dalam pengangkatan Kepala Sekolah SMA.

 

"Ya enggak apa-apa to? Siapa bilang bermasalah? Hehehe," ujar Jokowi, saat ditanya wartawan, tentang adanya anggapan TGuPP adalah  tempat pembuangan.***Fey