Jokowi Mengaku Pusing Menghadapi Pelemahan Rupiah

Jokowi Mengaku Pusing Menghadapi Pelemahan Rupiah
detik

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo mengaku pusing dengan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar. Melemahnya nilai tukar rupiah membuat pemerintah mesti berkerja ekstra keras untuk menjaga kestabilan ekonomi.

 

Hal ini diungkapkan presiden saat melepas 333 kontainer yang hendak diekspor di terminal peti kemas Pelabuhan Soekarno-Hatta, Makassar, Senin (3/8). " Saya mau nanya, siapa di sini eksportir yang tidak senang dengan pelemahan rupiah. Semuanya senang kan? Anda senang, saya yang pusing,”ungkap Jokowi. 

 

Meski demikian Jokowi mengaku tetap optimistis melihat geliat perdagangan di sejumlah provinsi. Menurutnya, tidak masalah jika rupiah tembus Rp 13.500 per dolar AS asal setiap wilayah mampu memanfaatkan potensinya. Jokowi pun berharap melambatnya perekonomian dimanfaatkan pelaku usaha di daerah untuk meningkatkan daya saing.

 

"Saya tetap optimis bahwa bahwa kondisi perlemahan rupiah bisa mendapatkan keuntungan terutama buat para eksportir, Senang tidak kalau dolar naik?" kata Jokowi. Pertanyaan yang dilontarkan Jokowi ini, langsung ditanggapi oleh para pengusaha eksportir yang secara serentak menjawab "Senang".

 

Jokowi juga mengaku senang, karena Sulsel bisa mengambil peluang dari krisis ekonomi ini. Ia juga memuji langkah Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo yang melakukan gebrakan dengan memanfaatkan peluang yang ada, mendorong peningkatan sektor ekspor sehingga perlemahan rupiah tidak begitu terasa di daerah tersebut.

 

“Contohnya, Sulsel ini bisa ekspor kulit reptil, telur ikan terbang, sampai dedak gandum. Ini komoditas-komoditas yang baru,” kata Jokowi. *** kny (tribun,tempo)