Inilah Paket Kebijakan Ekonomi Jilid Tiga yang Dicanangkan Pemerintah

Inilah Paket Kebijakan Ekonomi Jilid Tiga yang Dicanangkan Pemerintah

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa mengungkapkan bahwa pemerintah berencana memperkenalkan paket kebijakan ekonomi ketiga, yang merupakan langkah ekonomi untuk meningkatkan kinerja dan mengurangi defisit transaksi berjalan.

 

"Kami sedang persiapkan paket kebijakan ekonomi ketiga. Semoga, paket itu dapat diselesaikan pada kuartal pertama ini," katanya di Jakarta sebagaimana dikutip kantor berita ANTARA, Rabu (05/03).

 

Hatta melanjutkan bahwa paket kebijakan ekonomi ketiga ini dirancang sedemikian rupa sehingga akan menarik investor asing untuk menginvestasikan kembali keuntungan mereka di Indonesia dan bukannya menarik kembali dananya ke basis masing-masing.

 

"Jika laba tersebut ditanamkan kembali di Indonesia, akan mengurangi (current account) defisit," jelasnya.

 

Hatta mengatakan, pemerintah juga akan melanjutkan program konversi minyak ke gas untuk mengurangi impor minyak dan gas yang sejauh ini banyak memberikan kontribusi kepada defisit perdagangan negara tersebut.

 

"Impor minyak dan gas akan melambung jika kita tidak mengendalikan harga dengan mempercepat program konversi minyak ke gas. Selain itu, kita harus meningkatkan ekspor. Kita harus serius tentang cara mengontrol defisit transaksi berjalan karena kita ingin tetap di bawah 2 persen," katanya.

 

Untuk mencegah perekonomian nasional terkena dampak dari perlambatan ekonomi global, pemerintah memperkenalkan paket pertama dari langkah-langkah ekonomi pada akhir Agustus 2013.

 

Paket pertama kebijakan bertujuan untuk mengekang defisit transaksi berjalan yang melebar, menstabilkan nilai tukar rupiah, mempertahankan pertumbuhan ekonomi yang tinggi, meningkatkan daya beli masyarakat, dan menjaga tingkat inflasi.

 

Kemudian pada Desember 2013, pemerintah memperkenalkan paket kebijakan ekonomi kedua untuk mengurangi impor barang konsumsi, dan mendorong ekspor.

 

Paket kebijakan ekonomi kedua telah terbukti efektif untuk menurunkan defisit transaksi berjalan di Indonesia menjadi 3,2 persen dari produk domestik bruto nasional (PDB) pada akhir 2013 dari 4,4 persen pada kuartal kedua 2013.***Fey