Indonesia Targetkan Investasi Asing naik 15% Tahun Ini

Indonesia Targetkan Investasi Asing naik 15% Tahun Ini

Indonesia pada hari Selasa (21/01) menetapkan target yang ambisius untuk menarik investasi 15 persen lebih dari FDI atau Foreign Direct Investation tahun ini dibandingkan tahun 2013, tujuan ini sangat menantang karena ekonomi tengah melambat dan investor bergulat dengan prospek kebijakan yang tidak menentu di tahun Pemilu.

 

Selama lima tahun terakhir, Indonesia memang bersukaria diminati oleh investor asing karena sumber daya alam yang luas dan ledakan konsumen yang mendorong pertumbuhan yang kuat dalam perekonomian terbesar di Asia Tenggara ini.

 

Pada 2013, semangat investor rada kendor karena rupiah melemah lebih dari 20 persen terhadap dolar, pun harga komoditas turun, dan pemerintah memberlakukan kebijakan nasionalistik , terutama di industri pertambangan vital pada awal tahun 2014.

 

Tapi itu tidak menyurutkan adanya tren investasi asing, yang akan sulit terurai atau bahkan dibaca oleh lembaga skeptis, karena segala masalah yang mampat di beberapa sektor tidak termasuk sektor sektor lainnya yang tak kalah basah -terutama minyak dan gas- dari data papan investasi .

 

BKPM memaparkan data pada hari Selasa (21/01) bahwa pada tahun 2013, total investasi asing langsung (FDI) adalah 270,4 trilliun rupiah (US$ 285 milliar), meningkat dari 22,4 persen pada tahun 2012m dengan 26 % pada 2013. Itu termasuk 71,2 trilliun rupiah pada kuartal keempat 2013. Adapun, tahun 2014 ini, BKPM mengatakan pihaknya menargetkan FDI sebesar 311 triliun.

 

"Investor akan ' wait and see ' pada semester pertama tahun ini karena faktor-faktor politik yang dirasa sangat penting bagi mereka untuk membuat keputusan," ujar David Sumual, Ekonom PT Bank Central Asia di Jakarta sebagaimana dikutip dari Reuter (21/01). "Selain itu, mereka akan perlu untuk melihat program-program ekonomi ke depan." Tambahnya.

 

Pemerintah menjelaskan bahwa ekonomi telah tumbuh 5,7 persen pada 2013, dibandingkan dengan 6,2 persen pada tahun 2012. IMF sendiri memprediksi pertumbuhan Indonesia pada 2014 antara 5 persen dan 5,5. Dalam hal ini, investor baru memang wait and see.

 

Namun berbeda dengan level komitmen dari perusahaan langganan investasi Indonesia, yang sudah sejak lama yakin dengan investasinya.

 

Misalkan, Investor Jepang pada bulan Desember lalu menjanjikan akan menaikan total hingga US $ 3,5 miliar pada investasi tahun ini dari berbagai industri, mulai dari otomotif, elektronik, pertambangan, keuangan dan produksi pangan, ungkap Mahendra Siregar, Kepala BKPM Indonesia.***Fey