Dana Optimalisasi Kementerian Paling Gampang dikorupsi

Dana Optimalisasi Kementerian Paling Gampang dikorupsi

Fiskal.co.id, Jakarta – Radar KPK kembali menangkap adanya celah di kementrian yang memungkinkan terjadinya korupsi. Kali ini celah tersebut datang dari anggaran dana yang diberi nama dana optimalisasi. Bahkan salah satu terpidana kasus korupsi dugaan suap dana DPID, Fahd A. Rafiq mengiyakan hal tersebut.


Fahd yang ditemui oleh wartawan seusai jalannya sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta pada hari senin (6/1/2014) yang lalu menyatakan bahwa memang dimungkinkan adanya korupsi dalam proses pengelolaan dana yang disebut sebagai dana optimalisasi tersebut. Dan saat ditanya kemungkinan dana tersebut dikorupsi oleh seorang oknum, ia menyatakan sangat mungkin sekali tinggal yang bersangkutan mau melakukannya atau tidak.


Lebih dalam dirinya menegaskan bahwa di setiap kementrian atau lembaga negara bisa mendapatkan dana tersebut. Dana yang seyogyanya digunakan untuk pemaksimalan sebuah proyek negara tersebut nyatanya bisa dengan mudah diselewengkan. Terutama oleh oknum yang bersentuhan langsung dalam pengelolaan dana optimalisasi tersebut.

 

Saat ini, pada tahun anggaran 2014, Indonesia telah mengberikan slot anggaran dana optimalisasi yang mencapai Rp. 29,96 Triliun rupiah. Dana tersebut akan dibagi-bagikan pada semua kementrian, lembaga negara dan juga pemerintah daerah.

 

Melihat celah koprupsi yang begitu besar, KPK dengan tegas menghimbau pemerintah agar melakukan pengawasan ketat terhadap penggunaan dana optimalisasi, agar ke depan dana tersebut tidak dijadikan lahan korupsi bagi pihak-pihak yang tak bertanggung jawab. [mjd]