Cina Perketat Peraturan Pajak Perusahaan Asing

Cina Perketat Peraturan Pajak Perusahaan Asing
junantoherdiawan.com

Cina terus menekan perusahaan-perusahaan asing yang berada di wilayahnya. Negeri tirai bambu tersebut, mulai Minggu, (1/2/2015) kemarin menetapkan peraturan yang memperketat pengawasan terhadap pajak lintas batas perusahaan asing yang diduga melanggar ketentuan pajak di Cina.

 

Meskipun tidak dijelaskan mengenai detail rinci peraturan ini, namun otoritas pajak Cina mengatakan, pengetatan peraturan pajak ini dimaksudkan agar standard perpajakan di Cina sesuai dengan standard internasional

 

Namun, sebagian besar perusahaan-perusahaan asing menilai, langkah pengetatan ini hanyalah salah satu instrumen yang digunakan pemerintahan Cina untuk memantau aksi dan aktivitas perusahaan asing. Selain itu menurut Deutsche Bank, langakh ini juga disebut-sebut sebagai upaya Cina untuk menaikkan pendapatan negara di tengah penurunan pendapatan akibat perlemahan ekonomi. 

 

Dari sudut pandang perusahaan Asing Sendiri, langkah pengetatan pajak ini akan sangat merugikan mereka. Pasalnya, mereka yang biasanya memanfaatkan lengahnya pengawasan otoritas pajak negara tersebut, kini tak lagi dapat dilakukan. 

 

“Kami kerap mendapat pertanyaan dari perusahaan- perusahaan asing tentang bagaimana menghindari investigasi pemerintah. Langkah ini menyebabkan perusahaan harus terus menelaah struktur bisnis mereka,” ungkap pengacara Hogan Lovells, Roberta Chang di Shanghai, Minggu, 1/2/2015.

 

Sebelumnya, pada pertengahan 2014 lalu National Development and Reform Commission (NDRC) China menginvestigasi beberapa korporasi domestik dan asing yang beroperasi di China karena diduga melanggar regulasi monopoli China dengan menetapkan harga domestik tinggi.

 

Atas investigasi tersebut, NDRC menetapkan denda pads sejumlah pabrik mobil asing sebesar total 1,24 miliar yuan atau setara US$200 juta. Kamar Dagang Industri (Kadin) Uni Eropa dan Amerika Serikat pun menuduh China hanya menyasar korporasi asing untuk memonopoli perdagangan di negaranya. *** kinaya (bisnis)