Chairul Tanjung Tepiskan Keraguan Indonesia sebagai Menteri Ekonomi Pengganti

Chairul Tanjung Tepiskan Keraguan Indonesia sebagai Menteri Ekonomi Pengganti
Kompasiana

Ketika Chairul Tanjung pertama kali menggantikan Hatta Rajasa sebagai Menteri Koordinator untuk Perekonomian Indonesia pada Mei, banyak pihak yang berpendapat bahwa tak akan mampu melakukan langkah-langkah signifikan.

 

Perannya untuk menjadi salah satu menteri paling berpengaruh bertepatan dengan kedatangan Idul Fitri, perayaan keagamaan terbesar di negara itu, periode terkenal sebagai waktu ketika harga barang-barang akan meningkat secara signifikan.

 

"Ada banyak tantangan serius dan luar biasa yang kita atasi. Melihat hal ini, saya harus besar hati selama lima bulan ke depan," katanya, sebelum pelantikannya 19 Mei yang lalu.

 

Latar belakang inilah yang membuat Chairul berhasil mengendalikan inflasi dan menjaga harga tetap rendah selama bulan Ramadhan, yang berlangsung hingga Juli.

 

"Inflasi sifatnya lazim melonjak jauh lebih tinggi selama bulan Ramadhan, tapi tahun ini relatif terkendali," David Sumual, kepala ekonom di Bank Central Asia, Kamis (07/08) menyatakan.

 

Sementara sebagian besar warga Jakarta berbondong-bondong secara massal ke kampung halaman selama masa mudik Idul Fitri, Chairul memperhatikan prosesnya dari helikopter untuk memastikan perjalanan yang mulus bagi masyarakat.

 

Setelah hanya beberapa bulan mengemban perannya, Chairul telah membuktikan kemampuannya dalam menjaga perekonomian Indonesia untuk tetap mengapung. Melawan segala rintangan, bertanggung jawab atas munculnya CT Corporation dan memiliki peringkat sebagai orang terkaya kelima di Indonesia seperti yang dilansir majalah GlobeAsia - telah menghilangkan keraguan negara untuk dedikasinya akan pekerjaan.

 

"Dibutuhkan setidaknya 100 hari untuk mengevaluasi kinerja, tapi tampaknya dia bisa menangani masalah keuangan negara dengan baik," kata David.

 

Sementara pejabat pemerintah lainnya menyibukkan diri dengan manuver politik selama musim pemilu, Chairul sedang bekerja keras dalam memantau berjuang perekonomian bangsa.

 

"Saya harus fokus," Chairul sering menjawab sambil tersenyum ketika ditanya tentang kecenderungan politiknya.

 

Menteri Keuangan M. Chatib Basri pernah memuji kepemimpinan Chairul, mengatakan ia sebagai pengusaha yang berdedikasi besar untuk mengkoordinasikan kedua urusan ekonomi dan kementerian di bawah tugas-tugasnya.

 

"Di masa lalu, saya sering melihat menteri yang terburu-buru untuk meninggalkan rapat koordinasi atau yang perhatian tidak terfokus pada diskusi.

 

"Mereka tidak bisa melakukan itu di bawah kepemimpinan Chairul. Dia meminta mereka untuk menjelaskan masalah secara rinci - menteri harus siap dengan jawaban yang baik ".

 

Pengamat politik telah sering dikritik pejabat pemerintah dengan afiliasi kuat dengan partai politik aktif yang menjadi gangguan untuk peran mereka, karena mereka lebih memilih untuk fokus pada jalur kampanye.

 

Dalam waktu kurang dari tiga bulan, Chairul telah melakukan tugas yang luar biasa dari perampingan industri pertambangan negara itu dengan negosiasi perpanjangan kontrak beberapa pemain besar dalam sektor ini, termasuk Freeport Indonesia dan Newmont Nusa Tenggara.

 

Saat ini, Chairul bertekad untuk meningkatkan kemudahan berbisnis di Indonesia dengan memotong waktu birokrasi, tugas yang ia rencanakan selesai sebelum masa jabatannya berakhir pada bulan Oktober. ***int (Sumber: The Jakarta Globe)