Bersaing di MEA Thailand Turunkan Pajak Penghasilan

Bersaing di MEA Thailand Turunkan Pajak Penghasilan
luxurysignature

Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) dimulai tahun 2016 ini, persaingan antara negara-negara ASEAN untuk menjadi yang terbaik dan paling menarik bagi investasi pun tak dapat dielakkan. Sehingga persaingan menurunkan nilai pajak pun tak dapat dihindari.

 

Dan demi mendapatkan outlook positif serta bersaing dengan singapura dan Indonesia yang lebih dulu menurunkan sejumlah tarif pajak. Thailand pun akan menurunkan tarif pajak penghasilan pribadi tahun 2017 mendatang. 

 

Rencana penurunan tarif ini diungkapkan oleh Direktur Jenderal Departemen Pendapatan Thailand, Prasong Poontneat. Prasong mengungkapkan tarif Pajak penghasilan Pribadi ini diturunkan untuk meningkatkan daya beli konsumen dan memperluas basis pajak.

 

Ini dilakuakn meskipun tahun lalu, Menteri Keuangan Thailand, Apisak Tantivorawong mengatakan, cabinet telah menetapkan tarif pajak penghasilan badan secara permanen di level 20%. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan investor dalam jangka panjang.

 

Prasong yakin, meskipun tarif pajak diturunkan namun pendapatan pemerintah masih akan aman dan investasi akan tetap tumbuh karena adanya peningkatan konsumsi domestik. “Bahkan jika pendapatan pemerintah dikurangi dengan berbagai cara, kami yakin pemerintah masih akan bisa mendapat kenaikan pendapatan dari pajak karena meningkatnya konsumsi domestik,” kata Prasong seperti dikutip dari Kontan, selasa, 5/1/2016. 

 

Ia menambahkan, jika sesuai rencana, pihaknya akan mengajukan proposal tersebut kepada cabinet pada Maret tahun ini. Sehingga realisasi pemangkasan tarif bisa berlaku di awal 2017. Namun sayangnya, Prasong enggan menyebutkan angka pasti berapa besaran penurunan pajak penghasilan pribadi ini.

 

Saat ini kisaran tarif pajak penghasilan pribadi di Thailand berkisar antara 5-35%. Ini jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan Singapura yang hanya 17% dan Malaysia dan Indonesia yang hanya 25%. *** kny (Kontan)