Ken Dwijugiasteadi, Dirjen Pajak dengan Nama Unik yang Hobi Bermusik

2016-02-10 02:50:39

Ken Dwijugiasteadi, Dirjen Pajak dengan Nama Unik yang Hobi Bermusik | Fiskal.co.id

Sumber Foto: cnnindonesia.com

Jika Anda diminta untuk menyebutkan nama Dirjen Pajak yang baru, pasti Anda tidak langsung secara spontan bisa melafalkannya. Pasalnya nama Ken Dwijugiasteadi tergolong nama yang unik dan tidak familiar. Ken pun mengakui hingga saat ini ia tidak tahu apa maksud dari nama yang diberikan orang tuanya tersebut. "Apa karena saya ini keturunan Ken Arok ya?," ujar Ken menduga-duga saat ditanya wartawan di ruang kerjanya sebagaimana dikutip dari CNNIndonesia.com.

 

Nama Ken muncul sebagai orang nomor satu di Direktorat Jenderal Pajak (DJP) setelah Menteri Keuangan, Bambang Brodjonegoro melantiknya sebagai Direktur Jenderal Pajak per 1 Desember 2015 lalu. Ken menggantikan Sigit Priadi Pramudito yang mengundurkan diri karena merasa gagal tidak mencapai target pajak sebagaimana ditetapkan APBN 2015. 

 

Ken adalah PNS Pajak yang mengawali karir sebagai pelaksana di Sekretariat DJP Kementerian Keuangan tahun 1993. Sebelumnya pria kelahiran Malang, 8 November 1957 ini dipercaya sebagai Kasubag Kepegawaian tahun 1989, kemudian sebagai Kasi Wajib Perseorangan tahun 1992. Pada tahun 1997, Ken yang meraih gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Brawijaya ini dipromosikan menjadi Kepala Kantor Pemeriksaan dan Penyidikan Pajak Pekanbaru. Karirnya semakin melejit setelah pada tahun 2000 ia diangkat menjadi Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Bojonegoro. Kemudian menjadi Kepala Kantor Pelayanan Pajak badan dan Orang Asing Satu pada tahun 2008.



Ken yang bergelar Master of Science in Tax Auditing dari Opleidings Institute Financien, Den Haag, Belanda, ditunjuk menjadi Direktur Informasi Perpajakan pada 1 September 2003. Kemudian tahun 2006 Ken mulai menduduki jabatan sebagai Kakanwil. Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Kalimantan Timur (2006) dan Kakanwil Pajak Jawa Timur (2013). Sebelum diangkat menjadi Dirjen Pajak, Ken adalah Staf Ahli Menkeu bidang Peraturan dan Penegakan Hukum Pajak yang bertugas langsung di bawah Dirjen Pajak. Dengan demikian Ken menunggu lebih dari 33 tahun untuk bisa memuncaki jabatan sebagai orang nomor satu di DJP.

 

Ditanya soal cita-cita, Ken Dwijugiasteadi mengatakan tak pernah bermimpi jadi Dirjen Pajak. Saat dia kanak-kanak, tak banyak profesi yang melintas di benak Ken. "Cita-cita saya cuma satu, bisa menyenangkan orang lain. Sudah gitu saja," kata dia.


Sejak mengemban jabatan Dirjen Ken mengaku langsung tancap gas guna memburu pajak di bulan terakhir agar meminimalkan shortfall pajak tahun itu. Tahun ini target yang dibebankannya pun semakin besar, RP 1350 Triliun. Akibatnya tak ada waktu bagi lelaki bertubuh mungil ini menjalankan hobinya bermusik dan membaca buku. 


"Saya main musik. Kalau ada Java Jazz, dari pertama sampai terakhir, saya pasti nonton," aku Ken. Meski tak pernah absen menyaksikan Java Jazz, Ken sebenarnya menggemari aliran musik rock. Mantan anak band ini menjadikan Deep Purple sebagai kiblat bermusiknya kala SMA. Kini Ken tak lagi muda, 58 tahun sudah usianya. Dia pun memilih menjadi penikmat musik. 


"Kalau sekarang saya suka Muse," kata Ken sambil tertawa.