KETUM PRSI: DKI Jakarta Jangan Kembali ke Titik Nol

2017-08-16 01:38:51

KETUM PRSI: DKI Jakarta Jangan Kembali ke Titik Nol | Fiskal.co.id

Sumber Foto: fiskal.co.id

Ketua Umum Pengprov PRSI DKI Jakarta, Erwin Eka Kurniawan mengingatkan agar prestasi atlet-atlet renang DKI pada PON 2016 lalu dapat dipertahankan dan ditingkatkan pada PON 2020 yang akan datang. Jangan sampai menurut Erwin, prestasi akuatik DKI Jakarta kembali ke titik nol sebagaimana terjadi pada PON 2012 silam.

 

“Jangan sampai kita kembali ke titik nol, tanpa medali emas. Dan ini pernah terjadi bila tidak ada tindakan serius dari KONI maupun pemerintah provinsi,” ujar Erwin saat diterima audiensi di Sekretariat KONI DKI Jakarta, Jl. Letjend Suprapto Jakarta, Selasa (15/8/2017)

 

Erwin kemudian memaparkan strategi yang harus dilakukan untuk dapat merebut kemenangan pada PON Papua 2020 mendatang. Diantaranya ialah dengan memastikan kontrak-kontrak atlet terutama yang telah berjasa menyumbangkan emas pada PON JABAR XIX lalu. Ia bahkan berani melipatgandakan target perolehan dari 7 menjadi 14 emas bila KONI dan Pemprov DKI mendukung program-programnya seperti merekrut atlet-atlet baru dan pelatih asing.

 

“Mengacu pada PON JABAR, saat ini minimal 7 medali emas sudah di tangan. Tinggal tambah 7 lagi dengan rekrut atlet baru dan pelatih asing,” imbuh Erwin yang juga Ketua Umum Asosiasi Fiskal Indonesia (AFI).

 

Seperti diketahui, PRSI membawahi cabang olahraga air (akuatik) yang menjadi penyumbang emas terbanyak dalam Pekan Olahraga Nasional (PON). Setidaknya 61 medali emas diperebutkan dari Renang 40, Loncat Indah 10, OWS 6, Renang Indah 3 dan Polo Air 2.   

 

Terobosan     

 

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Umum KONI DKI, Zulkarnaen Lubis sangat mengapresiasi dan mendukung program-program yang diusulkan PRSI. Hanya saja KONI DKI terkendala masalah serius ketidakadaan dana untuk mewujudkan ide-ide tersebut.

 

“Dana yang ada sampai saat ini belum cair dari pemprov, dan anggaran kami dipangkas cukup signifikan,” ujar Zulkarnaen yang mengaku terharu dengan apa yang sudah dilakukan Ketua Umum PRSI DKI selama ini membiayai organisasi dari kantong pribadi.

 

Untuk menghilangkan ketergantungan pada pemerintah, Erwin menawarkan solusi sponsorship dengan perusahaan-perusahaan melalui program Bapak Angkat yang dikomandani KONI DKI Jakarta. Sudah saatnya, sambung Erwin, organisasi olahraga membuat terobosan untuk membiayai dirinya sendiri.

 

“Kalau perlu semua Cabor (cabang olahraga -red) bersinergi di bawah koordinasi KONI melakukan MoU dengan perusahaan-perusahaan atau BUMD. Kita bikin kontrak-kontrak dengan pengelolaan yang profesional,” cetus Erwin seraya menampilkan contoh-contoh proposal dan video presentasi dalam rangka kerjasama sponsor.[bg]