Gairahkan Transaksi Repo, OJK Akan Berikan Insentif Pajak

2016-01-31 00:41:47

Gairahkan Transaksi Repo, OJK Akan Berikan Insentif Pajak | Fiskal.co.id

Sumber Foto: dreamstime.com

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan ingin meningkatkan transaksi repo untuk mendorong perkembangan pasar modal Indonesia dengan memberikan insentif pajak.

 

Repo sendiri merupakan kontrak jual beli efek dengan janji beli atau jual kembali dengan waktu serta harga yang telah disepakati.

 

Oleh sebab itu, OJK meluncurkan Global Master Repurchase Agreement (GMRA) Indonesia disertai penandatanganan perjanjian transaksi repo oleh 4 bank nasional.

 

"Kalau ada perlakuan perpajakan yang bisa memberikan semacam insentif bisa berkembang. Tentu kita akan bicara dengan Direktorat Jenderal Pajak (DJP). Jadi saya belum bisa katakan bentuk insentifnya masih perlu dibahas level teknis. Kick off meeting sudah dilakukan dikoordinasikan dibantu Pak Menko. Kami harapkan di teknis ada pembahasan lebih detil yang mendorong repo lebih jauh," kata Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Nurhaida di Jakarta, Jumat (29/1/2016).

 

GMRA ini mengadopsi GMRA global yang diterbitkan International Capital Market Association (ICMA) untuk memberikan standardisasi perjanjian transaksi repo. Dalam GMRA memuat keharusan perpindahan kepemilikan dalam setiap leg transaksi repo, pemeliharaan margin, dan penanganan kegagalan.

 

Namun begitu, Nurhaida belum dapat menjelaskan secara terperinci terkait bentuk insentif tersebut. Sebab, hal ini masih perlu dibahas di tingkat teknis dan diharapkan ada pembahasan lebih terperinci guna mendorong transaksi repo.

 

"Secara umum saja, repo itu ada underlying obligasi dan ada saham, pada saat ini sesuai dengan pajak obligasi maupun saham kalau bisa didorong ada keberpihakan mendorong repo," tutur nya. *** kny (liputan6, kompas)