Berbeda Dengan Menkeu, Menteri Darmin Ingin Target Pajak Direvisi

2016-01-30 12:23:24

Berbeda Dengan Menkeu, Menteri Darmin Ingin Target Pajak Direvisi | Fiskal.co.id

Sumber Foto: antara

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution menginginkan agar target pajak tahun 2016 ini direvisi. Menurut Darmin target pajak sebesar Rp.1350 triliun terlalu berat ditengah iklim investasi yang lesu seperti saat ini. 

 

Dengan melihat kondisi iklim usaha pada tahun ini, ekonomi Indonesia diprediksi masih berpeluang terkoreksi akibat gejolak ekonomi hingga akhir tahun, yang berdampak pada pencapaian pemasukan pajak.

 

"Yang namanya iklim itu kalau masih lama, jangan dianggap sudah pasti. Kemampuan memperkirakan iklim itu masih agak terbatas. Yah kalau untuk bulan depan mungkin ramalan cukup akurat. Akhir tahun nanti dulu deh,". Kata Darmin ditemui di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (27/1/2016

 

Selain itu rencana revisi target pajak 2016 dilakukan, setelah melihat realisasi penerimaan pajak pada tahun lalu yang meleset di bawah target.

 

"Loh begini, yang namanya realisasi di APBN itu, yang untuk penerimaan pajak, itu berangkat dari realisasi perkiraan realisasi 2015 yang ternyata lebih rendah cukup besar dibandingkan dengan realisasinya. Yah memang mau tidak mau harus ada penyesuaian," tegas Darmin.

 

Seperti diketahui, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mebenarkan capaian realisasi penerimaan pajak per 25 Desember 2015 telah menembus Rp1.000 triliun. Meski cukup besar, namun angka ini masih jauh di bawah target pajak yang sekira Rp1.294,2 triliun.

 

Bambang menjelaskan, capaian tersebut didapat dari hasil pembayaran pajak, gabungan PPh dan PPN, di mana PPh yang paling dominan. Meskipun demikian, berbeda dengan Darmin yang ingin revisi target pajak, Menkeu Bambang justru optimis target pajak tahun ini akan terpenuhi dengan adanya kebijakan Tax amnesty. *** kny (okezone, detik)