Agar Lebih Bermutu Industri PerFilman Minta Keringanan Pajak

Agar Lebih Bermutu Industri PerFilman Minta Keringanan Pajak
liputan 6

Mutu perfilman Indonesia tengah diupayakan untuk naik kelas. Badan Ekonomi Kreatif (Barekraf) tengah mengajukan keringanan pajak untuk industri perfilman di Tanah Air. 

 

Menurut Kepala Barekraf Triawan Munaf, keringanan pajak yang diminta oleh Barekraf adalah pemangkasan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penghasilan (PPh) bagi pelaku industri film nasional dan asing yang melakukan syuting di Indonesia.

 

Pemangkasan dua pajak utama ini, diharapkan dapat menggairahkan industri perfilman tanah air yang selama ini mati suri. "Kami inginnya untuk produksi (film) ada keringanan pajak" kata Triawan rapat koordinasi di kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, Rabu (20/1).

 

Lebih lanjut Triawan memaparkan bagaimana keringanan pajak ini akan bekerja membantu perfilman di Indonesia. "

 

" untuk orang luar yang mau syuting di Indonesia ada keringanan pajak. Orang syuting di Indonesia dan bisa memperkenalkan Indonesia 100 persen, kita (akan) berikan keringanan pajak, karena itu memperkenalkan Indonesia ke luar negeri," jelas Triawan. 

 

Kebijakan semacam ini lazim di dunia karena sudah diterapkan hampir di semua negara. Menurut Triawan, hanya Indonesia saja yang belum memberikan fasilitas keringanan pajak atas kegiatan produksi film di wilayahnya.

 

Kedepanya, untuk semakin menggairahkan industri perfilman, selain meminta insentif pajak, Barekraf juga akan berusahan agar industri jasa perfilman dihapus dari Daftar Negatif Investasi (DNI). 

 

Meskipun dmeikian, Triawan menegaskan bahwa pihaknya belum bisa memberikan jaminan bahwa semua insentif fiskal ini akan sukses dalam membawa kejayaan industri perfilman tanah air. 

 

"Enggak ada jaminan, ketika kemudahan diberikan mereka mau langsung investasi, tapi kita harapan kegairahan produksi dari investor asing untuk bermitra,"tegasnya. *** kny (cnn)